
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Bekasi dipastikan siap menampung anak-anak dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem untuk memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026 akhir Juni mendatang. Program yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam data desil 1 dan desil 2 pemerintah pusat agar mereka tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya bagi warga yang kurang mampu. Anak-anak yang terkendala biaya pendidikan dapat bersekolah dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus yang lebih baik di masa mendatang,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, dikutip dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Proses penyaringan dan pendataan bagi calon siswa dari keluarga miskin ekstrem ini diambil dari data Kementerian Sosial. Data tersebut kemudian diverifikasi secara ketat di lapangan bersama Badan Pusat Statistik serta pendamping Program Keluarga Harapan agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran kepada warga Kabupaten Bekasi yang benar-benar membutuhkan.
“Total kuota untuk calon siswa Kabupaten Bekasi sebanyak 270 siswa yang masing-masing terdiri 90 siswa dari setiap jenjang SD, SMP, dan SMA. Sesuai kuota yang ditetapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru khusus warga Kabupaten Bekasi dan juga siswa Kabupaten Bekasi yang kita titipkan sebelumnya di SR rintisan yang ada di Kota Bekasi,” jelas Alamsyah.
Untuk menampung para siswa tersebut, pihak sekolah membuka 9 rombongan belajar yang terbagi rata untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu tingkat SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 anak per kelas. Selain menerima pendaftar baru, Sekolah Rakyat permanen ini juga akan menampung kembali 44 siswa asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya terpaksa dititipkan pada Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Kota Bekasi.
“Jadi pada tahun ini, SR di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru tahun 2026 maupun siswa dari SR rintisan yang akan dimulai kegiatan pembelajarannya Insya Allah di akhir Juni tahun 2026 ini,” tambahnya.
Pihak Dinas Sosial juga memastikan bahwa pembangunan fisik sarana dan prasarana gedung sekolah baru ini terus berjalan sesuai target operasional. Kesiapan fasilitas pendidikan untuk warga kurang mampu ini bahkan sudah dipantau secara langsung oleh perwakilan pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden yang turun ke lokasi proyek.
“Dua minggu lalu KSP sudah melihat langsung kesiapan pembangunan. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai target sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, baik secara fisik maupun sarana prasarana dapat selesai dan siap digunakan secara maksimal,” ungkap Alamsyah.
Kehadiran Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Bekasi ini merupakan bagian dari program perluasan akses pendidikan terintegrasi, di mana fasilitas ini menjadi salah satu dari enam Sekolah Rakyat yang dibangun di wilayah Provinsi Jawa Barat. Melalui program ini, pemerintah daerah dan pusat berkomitmen penuh untuk memutus rantai kemiskinan dengan cara mencegah anak-anak putus sekolah akibat kendala biaya. [gha]

