Bekasi Online

Aksi Bringas Begal “Texas” Hantui Warga Bekasi

Ilustrasi

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Warga Bekasi resah dan khawatir dengan aksi begal akhir-akhir ini semakin bringas di wilayah hukum Polrestro Bekasi Kota dan Polrestro Bekasi.

Dimana aksi begal yang dialami seorang mahasiswa Unisma 45 di Kota Bekasi dan seorang anggota Babinsa di Kabupaten Bekasi menjadi momok bagi warga.

“Aksi begal semakin menghantui warga untuk bepergian atau pulang pada malam hari. Saya sudah ingatkan keluarga terutama anak yang usia remaja untuk waspada dan tidak keluar malam hari,” kata Karim warga Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustika Kota Bekasi, kepada posbekasi.com, Sabtu 27 Oktober 2018.

Menurut Karim, aksi bringas begal diketauhi setelah membaca posbekasi.com dimana seorang mahasiswa di begal dan diculik serta dibacok pelaku. “Ini mengerikan sekali, ketenangan warga terusik oleh begal-begal,” terangnya.

Dikatakannya, sebelum peristiwa yang menimpa mahasiswa Unisma 45, seorang Babinsa Desa Lambang Sari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, juga mengalami pembegalan.

“Wilayah kami berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, jadi negri-ngeri dengan aksi begal yang sudah berani menyerang anggota TNI. Bagaimana dengan warga sipil biasa seperti kami? Terus terang ini menakutkan dan mengkhawatirkan kami,” tuturnya.

KLIK : Begal Ala Texas Bekasi Semakin Bringas, Mahasiswa Unisma Dibacok dan Diculik

Dimana, perisitiwa yang mahasiswa Unisma 45, Shendy Hidayatullah,19 tahun, warga Jalan KH Mas Mansyur, RT04/01, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, dibacok dibagian punggung hingga tersungkur oleh komplotan begal.

Selain dibacok, korban juga diculik dan dibekap di rumah kontrakan kosong di daerah Pondok Gede.

Berawal saat korban keluar dari Kampus Unisma, Jalan Raya Cut Mutia, Margahayu, Bekasi Timur, pada Kamis 25 Oktober 2018, pukul 01:00 dinihari untuk membeli rokok di daerah Pengasinan, Rawalumbu. Sepulang membeli rokok, persis di Jalan Unisma (pinggir tanggul Kalimalang) korban dipepet 3 orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.

“Sewaktu korban dipepet tiga pelaku sambil mengatakan ‘serahkan barang-barangmu’ dan seorang di antara pelaku langsung membacok korban hingga tersungkur,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat 26 Oktober 2018.

Korban yang terjatuh akibat dibacok pelaku beberapa menit kemudian bangun dan tancap gas ke arah RS Mitra Keluarga Timur untuk minta pertolongan pada warga.

Tepat di Jalan Raya Sersan Aswan/Rawa Semut, ketiga pelaku yang masih mengikuti korban berteriak menyebut korban begal. “Begal .. begal…,” teriak para pelaku hingga tiba trafic light Jalan Raya Cut Mutia jembatan dekat kampus Unisma korban berhenti karena lampu merah.

KLIK : Babinsa Lambangsari Dibacok Komplotan Begal di Grand Wisata Tambun

“Tiba-tiba mobil berhenti diperkirakan sejenis Xenia disamping korban, lalu 2 orang oenumpang mobil turun mengatakan dari Kepolisian hingga korban dibawa serta dimasukkan ke dalam mobil,” kata Kombes Argo.

Kejahatan yang dialami Shendy Hidayatullah, aksi kriminal yang tragis ala “Texas” memprihatinkan warga.

“Ini kejahatan ala Texas sangat menakutkan, kami bisa polisi peledakan kalau tidak ada kejahatan dan ada di mana-mana,” kami Sapruddin warga Bekasi Timur.

Sebelumnya, aksi bringas begal dialami Serka Agus Riyanto,45 tahun, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa), Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Rabu 24 Oktober 2018 dinihari.

Serka Agus anggota Babinsa Desa Lambangsari ambruk dibegal delapan orang bersenjata parang dan golok, hingga mengalami luka serius di punggung dan kaki terkena sabetan parang pelaku di Jalan Baru Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

KLIK : Empat dari Enam Pembegal Babinsa Lambang Sari Diringkus Polisi

“Para pelaku kabur meninggalkan korbannya setelah mengetahui Agus Riyanto anggota TNI, sepeda motor yang diincar ditinggalkan para pelaku. Sedangkan korban dengan mengendarai sepeda motor menuju Hermina Grand Wisata, Tambun Selatan,” kata Kasi Humas Polsek Tambun, Iptu Tri Mulyono, Rabu 24 Oktober 2018.

Menurut Iptu Tri, Polsek Tambun sedang menyelidiki kasus yang dialami anggota TNI tersebut. “Masih diselidiki, Kapolsek yang memimpin langsung pengejaran terhadap para pelaku,” ungkapnya.

Dari keterangan beberapa saksi kata Iptu Tri, pembacokan terhadap Serka Agus terjadi pukul 01:30, saat itu Serka Agus hendak pulang seusai kontrol wilayah.

“Sesampainya di Jalan Raya Baru Grand Wisata, tiba-tiba Agus dihadang delapan orang mengendarai empat sepeda motor, sebagian dari mereka membawa parang,” katanya.[MIN/JAL/OJI/POB]

BEKASI TOP