BANDUNG, POSBEKASI.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi transformasi sumber daya manusia di Indonesia. Di bawah payung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, arah pendidikan nasional kini berintegrasi kuat dengan pemenuhan gizi dasar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, saya melihat bahwa tantangan mewujudkan Generasi Emas 2045 memerlukan pendekatan dua arah: peningkatan kualitas intelektual membangun kecerdasan anak dan pemenuhan kebutuhan biologis dalam rangka mencetak generasi smart.
Visi Asta Cita: Menempatkan SDM sebagai Prioritas Utama
Salah satu poin utama dalam Asta Cita adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Visi ini bukan sekadar retorika, melainkan mandat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif di Jawa Barat.
Peningkatan pendidikan di Jawa Barat harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Kita tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori, tetapi juga individu yang adaptif terhadap hilirisasi industri dan ekonomi digital yang menjadi fokus pemerintah saat ini.
MBG: Revolusi Gizi di Sekolah Jawa Barat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kunci utama dalam mendukung efektivitas belajar. Seringkali, kendala utama dalam edukasi pendidikan adalah rendahnya daya serap siswa akibat kurangnya asupan nutrisi.
Dengan implementasi program MBG yang tepat sasaran di seluruh sekolah dan pesantren di Jawa Barat, kita sedang memutus rantai stunting dan meningkatkan skor literasi serta numerasi anak didik kita. Nutrisi yang baik adalah “bahan bakar” utama bagi otak untuk bekerja secara optimal dalam menerima ilmu pengetahuan.

(Anggota DPRD Jabar –
Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Gareulis Nasional)
3 Strategi Peningkatan Pendidikan Jawa Barat
Untuk mendukung visi besar tersebut, kami di DPRD Jawa Barat terus mendorong tiga langkah strategis:
1. Pemerataan Infrastruktur Pendidikan: Menghilangkan kesenjangan fasilitas antara sekolah perkotaan dan daerah pelosok di Jawa Barat.
2. Kesejahteraan Guru dan Tenaga Pendidik: Memastikan guru sebagai ujung tombak pendidikan mendapatkan hak dan pelatihan yang layak.
3. Sinergi Kurikulum dan Industri: Menyelaraskan lulusan SMK dan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan industri besar yang ada di koridor Jawa Barat.
Edukasi Pendidikan: Peran Penting Keluarga
Edukasi tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan orang tua di Jawa Barat untuk menyadari bahwa rumah adalah madrasah pertama.
Sinergi antara program pemerintah (seperti Makan Bergizi Gratis) dan pendampingan orang tua di rumah akan mempercepat lahirnya generasi yang berkarakter.
Pendidikan yang berlandaskan moral dan agama, dipadukan dengan kecukupan gizi, akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
Kesimpulan: Investasi untuk Masa Depan
Hardiknas 2026 adalah pengingat bahwa investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada manusianya.
Dengan membangun otak melalui pendidikan berkualitas dan memberi nutrisi melalui program gizi yang merata, Jawa Barat siap menjadi lokomotif utama menuju Indonesia Emas 2045.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.
Majulah Pendidikan Jawa Barat, Sehatlah Anak Bangsa!
Oleh: H.Syahrir.SE.M.I,POL Anggota DPRD Jabar Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Gareulis Nasional

