BANDUNG, POSBEKASI.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol., memberikan catatan kritis sekaligus pesan optimisme dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Di tengah posisi Jawa Barat sebagai pusat industri nasional, Syahrir menekankan pentingnya mewujudkan “Rumah Buruh Manusiawi” melalui implementasi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Politisi Partai Gerindra ini memaparkan bahwa Jawa Barat saat ini memiliki angkatan kerja yang sangat besar, mencapai 26,29 juta orang. Namun, besarnya angka tersebut dibayangi oleh tantangan industrialisasi global yang cukup berat.
“Data menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2026, Jawa Barat mencatatkan angka PHK tertinggi secara nasional dengan total 1.721 orang,” kata Syahrir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2026).
Syahrir menegaskan bahwa kondisi ini adalah alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya terpaku pada kuantitas jumlah buruh, tetapi harus beralih pada penguatan kualitas perlindungan dan kepastian kesejahteraan mereka.
Selaras dengan visi besar pemerintah pusat, H. Syahrir menegaskan bahwa solusi atas tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat harus berakar pada Asta Cita. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) secara masif untuk meningkatkan kompetensi buruh agar tetap relevan di era digitalisasi industri. Menurutnya, peningkatan skill adalah kunci utama agar buruh memiliki posisi tawar yang lebih baik dan upah yang lebih layak.
“Selain aspek kompetensi, penguatan jaring pengaman sosial dan jaminan perlindungan hukum juga menjadi prioritas dalam mengawal aspirasi kaum pekerja,” sebut Syahrir.
Syahrir berharap investasi yang masuk ke Jawa Barat ke depan adalah investasi berkualitas yang tidak hanya mengejar efisiensi upah, melainkan investasi yang berkomitmen menciptakan ekosistem kerja yang bermartabat. Hal ini dianggap penting agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jawa Barat dapat dirasakan secara nyata oleh keluarga para buruh di rumah masing-masing.
Lebih lanjut, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupeten Bekasi ini mengajak pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk terus mengedepankan dialog dalam setiap penyelesaian konflik industrial.
Ia meyakini bahwa rumah buruh yang manusiawi hanya bisa tercipta jika perusahaan tetap sehat dan mampu menyejahterakan karyawannya secara berkelanjutan. Sinergi ini merupakan fondasi utama dalam menjaga iklim investasi sekaligus martabat para pahlawan ekonomi.
Menutup pernyataannya, H. Syahrir mengucapkan selamat hari buruh bagi seluruh pekerja dan berharap momentum May Day 2026 menjadi titik balik bagi Jawa Barat untuk menjadi provinsi contoh dalam memuliakan pekerja. Ia menegaskan bahwa buruh yang sejahtera adalah syarat mutlak untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. [amh]


