
POSBEKASI.COM | BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan pemantauan Pusdalops periode 30-31 Januari 2026 yang menunjukkan rentetan bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat. Banjir besar, tanah longsor, dan angin kencang tercatat melanda sejumlah titik, memicu korban jiwa serta pengungsian warga secara masif di Indramayu, Bogor, hingga Depok.
“BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Sabtu (31/1/2026).
Banjir luapan Sungai Cilalanang di Kabupaten Indramayu pada Jumat (30/1/2026) menjadi salah satu kejadian paling berdampak dengan 825 jiwa terdampak dan 166 jiwa terpaksa mengungsi.
Selain merendam 275 rumah, banjir juga melanda sektor ekonomi warga dengan menggenangi sedikitnya 500 hektare area persawahan. Meski laporan terbaru menunjukkan air berangsur surut, penanganan intensif masih dilakukan di lapangan.
” Hingga Jumat (30/1/2026), kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan penanganan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah,” jelas Abdul Muhari terkait situasi di Indramayu.
Tragedi juga terjadi di Kota Bogor akibat tanah longsor pada Kamis (29/1/2026) yang memakan satu korban jiwa. Bencana ini merusak 12 unit rumah dan mengancam keselamatan sedikitnya 18 kepala keluarga.
Saat ini, wilayah tersebut ditetapkan dalam status siaga darurat bencana sementara tim BPBD Kota Bogor terus melakukan mitigasi di lokasi kejadian.
“Penanganan kejadian masih dilakukan oleh BPBD Kota Bogor dengan dukungan unsur terkait, sementara status wilayah berada pada kondisi siaga darurat bencana,” tambahnya.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang menghantam Kabupaten Bogor pada Sabtu (31/1/2026), mengakibatkan kerusakan pada 17 unit rumah dengan kategori rusak berat hingga ringan. Sebanyak 64 jiwa terdampak, di mana tiga kepala keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat.
Di wilayah lain, banjir juga sempat menggenangi 80 rumah di Kota Depok pada Jumat (30/1/2026), namun air dilaporkan telah surut sepenuhnya.
“Situasi di lokasi kejadian (Depok dan Kabupaten Bogor) dinyatakan aman terkendali dan akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan,” tutup Abdul Muhari. [amh]

