Posbekasi

Dari Swatantra Menuju Kerja Nyata: Refleksi HUT ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 RI

H. Syahrir, SE, M.I.Pol. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat).

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Hari jadi ke-76 Kabupaten Bekasi yang kita peringati tahun ini membawa kita pada sebuah momentum istimewa yang beririsan langsung dengan perayaan kemerdekaan bangsa. Mengusung tema “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua”.

Peringatan ini tidak hanya menjadi penanda usia daerah, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang sejarah, ketangguhan mental, serta komitmen kolektif kita dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meneladani Akar Sejarah dan Jiwa Kepahlawanan Bekasi

Kabupaten Bekasi secara resmi lahir pada 15 Agustus 1950 berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950. Seiring dinamika zaman dan kebutuhan tata kelola wilayah, melalui UU Nomor 9 Tahun 1996 wilayah ini dimekarkan menjadi Kotamadya Bekasi dan Kabupaten Bekasi, yang kemudian dipertegas kembali melalui Perda No. 26 Tahun 2000 hingga kini membawahi 23 kecamatan dan 187 desa/kelurahan dengan pusat pemerintahan di Cikarang Pusat.

Jauh sebelum batas-batas administratif tersebut terbentuk, tanah Bekasi yang berakar dari sejarah Candrabhaga telah lama menjadi simpul pertahanan dan kawah candradimuka nasionalisme. Kita tidak boleh melupakan darah dan keringat para pahlawan besar seperti KH Noer Ali dan Mayor Madnuin Hasibuan.

Pada masa Hindia Belanda, ketika Bekasi menjadi bagian kewedanan di bawah Kabupaten Meester Cornelis (Jatinegara), KH Noer Ali bersama laskar pejuang berdiri di garda terdepan melawan tentara NICA dan Sekutu. Perjuangan gigih ini bahkan diutus penguatannya oleh Kewedanan Jatinegara melalui Mayor Hasibuan—seorang pahlawan nasional asal Sumatera Utara yang kini namanya diabadikan di Alun-Alun Kota Bekasi. Semangat membara para pejuang inilah yang turut diabadikan oleh sastrawan besar Chairil Anwar dalam mahakaryanya, puisi “Karawang-Bekasi”.

Menjawab Tantangan Global Melalui Kebijakan Fiskal yang Tepat

Membawa semangat juang para pendahulu ke era modern hari ini, kita dihadapkan pada tantangan global yang kompleks dan dinamis, yang turut membayangi perekonomian nasional. Oleh karena itu, arah kebijakan fiskal dan penganggaran, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, harus senantiasa berpijak pada tema strategis: “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.

Tema ini wajib dimaknai sebagai komitmen mutlak pemerintah pusat hingga daerah untuk mempertemukan angka pertumbuhan ekonomi makro dengan pemerataan yang nyata; menyelaraskan kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Penekanan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto

Semangat kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat ini ditegaskan secara lugas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam pidato tersebut, Presiden memaparkan sejumlah capaian konkret kinerja Pemerintah selama 21 bulan masa kerja yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak:

° Swasembada 8 komoditas pangan berhasil dicapai.

° 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah beroperasi.

° 108 juta warga telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis.

° 182 Sekolah Rakyat telah dibuka.

° 43.000 anak jalanan kembali bersekolah.

° 250.000 orang mengikuti program Magang Nasional.

° 30.000 sekolah direnovasi.

° 84.000 rumah direnovasi melalui program bantuan pemerintah.

° 2.228 km jalan desa terbangun.

° 3.500 jembatan dan 3.400 titik air bor dibangun.

° 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun.

° Suku bunga PNM Mekaar turun signifikan dari 25% menjadi 8%.

° Potongan aplikator ojek online turun dari 20% menjadi 8%.

° 1.000 tambang timah ilegal ditutup, dengan lonjakan keuntungan PT Timah hingga 9 kali lipat.

Berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh rakyat. Meski demikian, Kepala Negara menekankan bahwa pembangunan Indonesia bukan untuk satu masa jabatan, melainkan untuk membangun masa depan bangsa dalam jangka panjang.

Presiden Prabowo dengan tegas mengingatkan kita semua agar tidak lekas berpuas diri: “Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasi kan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat. Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Komitmen Konkret untuk Kabupaten Bekasi

Pesan moral dari Presiden Prabowo ini sejalan dengan napas Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi yang berjuluk Swatantra Wibawa Mukti, angka 76 tahun bukanlah sekadar seremonial atau deretan slogan kosong, melainkan mencerminkan arah pembangunan Kabupaten Bekasi yang mengedepankan semangat kolaborasi, pelayanan publik yang semakin baik, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Barat, saya berkomitmen penuh untuk terus mengawal dan menyelaraskan program-program pembangunan daerah agar benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat bawah. Setiap kebijakan anggaran dan pengawasan yang kami lakukan di legislatif diarahkan untuk memastikan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa hingga perkotaan.

Melalui momentum HUT ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat persatuan, merajut kolaborasi lintas sektor, dan bekerja dengan semangat gotong royong. Mari kita hadapi setiap tantangan pembangunan dengan optimisme tinggi, demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju, melayani, dan benar-benar menghadirkan kesejahteraan untuk semua.**

Penulis adalah Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat.

BEKASI TOP