
POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.Pol. (Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat)
INDONESIA kembali berduka. Langit tanah air hari ini terasa lebih berat, menyambut kepulangan tiga putra terbaik bangsa yang gugur dalam kemuliaan tugas. Sebagai bagian dari keluarga besar Jawa Barat, dan sebagai pribadi, saya menyampaikan rasa duka yang paling mendalam atas gugurnya para Pahlawan Perdamaian kita di Lebanon Selatan.
Sang putra Cimahi, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, bersama dua prajurit TNI Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon bukan sekadar prajurit TNI.
Mereka adalah duta bangsa, pelindung kemanusiaan yang gugur saat mengemban misi suci di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)_(UNIFIL. Insiden tragis di zona penyangga yang tengah berkecamuk ini menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga sebuah perdamaian yang mereka jaga.
Kesetiaan Hingga Garis Akhir
Sabtu malam, 4 April 2026, menjadi saksi betapa negara memberikan penghormatan tertinggi. Di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, kita melihat pemandangan yang menyayat hati namun penuh kehormatan.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, bersama para menteri dan Panglima TNI, menunjukkan bahwa pengorbanan ini tidak akan pernah terlupakan oleh sejarah.
Melihat peti jenazah yang berbalut Merah Putih, dengan latar belakang logo PBB, kita diingatkan bahwa ketiga prajurit ini adalah kebanggaan dunia.
Namun, di balik seragam dan keberanian itu, ada duka manusiawi yang luar biasa. Air mata para istri yang mendekap peti jenazah dan belaian kasih Presiden kepada anak-anak yatim yang ditinggalkan adalah luka kita bersama.
Jawa Barat Menyambut Putranya
Secara khusus bagi masyarakat Jawa Barat, kepulangan Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar yang akan diistirahatkan di TMP Cikutra, Bandung, adalah duka yang mendalam sekaligus kebanggaan yang kekal. Beliau pulang ke tanah Priangan sebagai pahlawan yang telah menunaikan janji bakti setinggi-tingginya.
Kita mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. Pengorbanan mereka adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghargai setiap tetes keringat serta darah yang ditumpahkan untuk nama baik Indonesia di kancah internasional.
“Selamat jalan, Pahlawan Perdamaian. Kalian pergi membawa doa seluruh rakyat Indonesia, dan kalian pulang disambut penghormatan tertinggi negara. Jasa kalian akan terus hidup dalam setiap hela napas perdamaian yang kalian perjuangkan.”
Bandung, 4 April 2026
H. Syahrir, SE, M.I.Pol.

