Posbekasi.com

Stafsus Menteri: Imigrasi dan Pemasyarakatan Kini Jadi Instrumen Strategis Negara

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid (tengah), bersama Menteri Imigrasi Agus Adrianto (kanan), saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu. Posbekasi.com / Dok.Ist.

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Wajah instansi Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kini berubah total. Tak lagi sekadar urusan administratif “jaga pintu” atau penjara yang kaku, kementerian ini tancap gas bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi nasional dan pusat pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui komitmen 15 Program Aksi Menteri.

“Imigrasi hari ini harus mampu menjadi fasilitator pembangunan, bukan hanya penjaga pintu masuk negara,” tegas Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid, dalam siaran persnya diterima redaksi, Ahad (29/3/2026).

Abdullah Rasyid, yang juga tengah menempuh pendidikan Doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), menjelaskan bahwa sektor imigrasi kini diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi. Strategi “mesin uang” ini diwujudkan melalui penyederhanaan regulasi visa, seperti Business Visa dan Golden Visa, yang dirancang khusus untuk menarik investasi asing serta mempercepat arus masuk pelaku usaha ke Indonesia.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan dan kemandirian saat kembali ke masyarakat,” jelas Rasyid.

Di sisi pemasyarakatan, paradigma lama yang represif kini ditinggalkan dan diganti dengan konsep “pusat produksi”. Warga binaan kini diberdayakan melalui berbagai program produktif, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengembangan UMKM berbasis karya narapidana. Langkah ini bukan hanya soal pembinaan, tapi juga strategi nyata untuk mendukung ketahanan pangan nasional dari balik jeruji.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi yang nyata, selaras dengan visi transformasi kelembagaan kita,” tambahnya.

Aspek humanis pun diperkuat dengan prioritas pada pemenuhan gizi melalui dapur sehat serta penyediaan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.

Di saat yang sama, pengamanan perbatasan tetap diperketat untuk memberantas sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia guna menjaga kedaulatan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kita juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti solar cell dan biogas, khususnya di wilayah 3T dan perbatasan, sebagai bentuk komitmen efisiensi energi,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya, peningkatan kompetensi internal ASN juga menjadi fokus utama melalui pendidikan vokasi dan digital berbasis MOOC.

Reformasi menyeluruh ini lanjut Abdullah Rasyid mencerminkan komitmen kementerian yang kini tidak lagi hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pelayanan publik yang modern, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional yang inklusif.

“Ini adalah arah baru—imigrasi yang berdaya saing global dan pemasyarakatan yang produktif, humanis, serta berkelanjutan,” pungkas Abdullah Rasyid. [yan]

BEKASI TOP