
POSBEKASI.COM | BOGOR – Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir luapan sungai di dua wilayah Jawa Barat, yakni Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/2). Di Sumedang, luapan Sungai Cilutung merendam pemukiman warga, sementara di Bogor, banjir membawa material lumpur yang sempat memutus akses jalan.
“Peristiwa terjadi setelah adanya hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Cilutung hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah titik terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (12/2/2026).
Di Kabupaten Sumedang, wilayah terdampak mencakup tiga desa di Kecamatan Tomo, yaitu Desa Darmawangi, Desa Marongge, dan Desa Tolengas.
Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 370 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah rumah yang terendam mencapai kurang lebih 370 unit. Ketinggian air di area pemukiman dilaporkan bervariasi.
“Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan dampak keseluruhan kejadian. Angka tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut oleh petugas di lapangan,” jelasnya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Sumedang bersama unsur TNI, Polri, PMI, dan pemerintah setempat langsung bergerak melakukan evakuasi. Per Kamis (12/2/2026) pukul 01.30 WIB, kondisi air dilaporkan mulai surut dan akses jalan utama sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“BPBD Kabupaten Sumedang telah melakukan pendataan serta evakuasi terhadap masyarakat terdampak guna memastikan keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara terpadu untuk mempercepat respons darurat,” tambahnya.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, banjir melanda Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, pada Rabu sore pukul 16.06 WIB. Luapan anak sungai di kawasan tersebut membawa material lumpur dan bebatuan yang menutup ruas jalan.
Satu kendaraan roda empat bahkan dilaporkan sempat terseret arus, meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Kejadian ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan air dari anak kali meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke area permukiman,” kata Abdul Muhari.
Hingga saat ini, pihak BPBD Kabupaten Bogor bersama TRC dan unsur Muspika masih berada di lokasi untuk melakukan pembersihan material. Pihak pengembang kawasan juga turut dikerahkan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi yang tertutup lumpur.
“Berdasarkan kondisi mutakhir, air telah berangsur surut. Material lumpur dan bebatuan yang menutup jalan saat ini sedang dibersihkan, dan kendaraan yang sempat terbawa arus telah berhasil dievakuasi,” pungkasnya. [amh]

