
POSBEKASI.COM | BEKASI KABUPATEN – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Bekasi mulai menunjukkan tren penurunan luas wilayah terdampak pada awal Februari 2026. Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya dua korban jiwa serta ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang merendam 45 desa di 14 kecamatan.
“Dibandingkan kondisi pada Jumat (30/1), terjadi penurunan wilayah terdampak, yakni jumlah kecamatan sebesar 17,6 persen, desa 27,4 persen, dan titik pengungsian 14,3 persen,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (2/2/2026).
Data terbaru mencatat sebanyak 51.796 Kepala Keluarga (KK) terdampak oleh bencana hidrometeorologi basah ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.388 KK masih terpaksa mengungsi karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditempati kembali setelah terjangan banjir memasuki pekan kedua.
“Terdapat dua korban jiwa meninggal dunia akibat epilepsi setelah berenang dan tergelincir di sungai di Kabupaten Bekasi,” ungkap Muhari dalam keterangan tertulisnya.
Selain ancaman air, Kabupaten Bekasi juga menghadapi bahaya tanah longsor yang terdeteksi di delapan titik, tersebar di Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Serang Baru, dan Bojongmangu.
Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Bekasi telah mengerahkan personel penuh untuk melakukan penanganan darurat serta asesmen di lokasi-lokasi rawan tersebut.
“BNPB telah melakukan pendampingan penanganan banjir di Kabupaten Bekasi sejak pertengahan Januari 2026, meliputi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), koordinasi dengan Ditjen SDA Kementerian PUPR, serta pendistribusian bantuan logistik,” terang Muhari.
BNPB terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pengendali banjir.
Selain perbaikan fisik, penguatan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan warga secara mandiri menjadi fokus utama guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan.
“Edukasi publik, simulasi kesiapsiagaan, dan respons cepat saat kondisi darurat menjadi kunci dalam melindungi warga dan mengurangi dampak bencana,” ucapnya. [gha]

