Posbekasi.com

Pemkot Bekasi Sukses Cetak 21 Sekolah Adiwiyata, SMAN 15 Tembus Level Nasional

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, bersama siswa dan guru 15 sekolah peraih Adiwiyata tingkat kota, enam sekolah tingkat provinsi, dan lima sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional, Selasa (6/1/2026). PosBekasi.com / Ist

POSBEKASI.COM | BEKASI KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatatkan prestasi gemilang dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup melalui sektor pendidikan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 21 sekolah di Kota Bekasi sukses memboyong penghargaan Adiwiyata dari berbagai level, mulai tingkat kota hingga nasional yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup.

“Ini semua mendukung program pemerintah. Kita tahu bersama, salah satu poin utama penilaian Adiwiyata adalah pengelolaan sampah, yang saat ini menjadi fokus kita,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, Selasa (6/1/2026).

Pencapaian ini terdiri dari 15 sekolah peraih Adiwiyata tingkat kota, enam sekolah tingkat provinsi, dan lima sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional. Adapun lima sekolah yang sukses di tingkat nasional tersebut adalah SDN Mustikajaya IV, SMPN 7, SMPN 32, SMAN 15, dan SMKN 8 Kota Bekasi. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk budaya peduli lingkungan bagi generasi muda.

“Untuk naik ke Adiwiyata Mandiri syaratnya cukup berat. Sekolah yang sudah di tingkat nasional harus membina minimal dua sekolah lain agar berproses bersama,” jelas Kiswatiningsih mengenai target ke depan.

DLH Kota Bekasi menegaskan bahwa membangun kesadaran lingkungan bukan hanya tugas siswa, melainkan kolaborasi antara guru dan orang tua. Guna mempermudah sekolah mencapai standar yang ditetapkan, DLH turut berperan aktif memberikan pendampingan serta bantuan stimulan berupa sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan sampah.

“Biasanya apa yang belum bisa dipenuhi sekolah, kami bantu lewat stimulan sarpras agar mereka bisa melalui setiap tahapan,” tambahnya.

Salah satu contoh sukses adalah SMAN 15 Kota Bekasi yang telah merintis budaya hijau sejak 2023. Sekolah ini menerapkan aturan ketat seperti larangan penggunaan wadah sekali pakai dan kewajiban membawa tumbler bagi seluruh warga sekolah. Kebiasaan ini bahkan diperkuat dengan program unik setiap hari Jumat untuk menekan volume sampah di lingkungan sekolah.

“Setiap Jumat tempat sampah kami simpan, siswa membawa pulang sampahnya masing-masing. Kami juga membiasakan membawa tumbler dan tempat makan, baik guru maupun siswa,” ujar Kepala SMAN 15 Kota Bekasi, Khomsatun Rokhyati.

Konsistensi menjadi kunci utama SMAN 15 dalam mempertahankan predikat sekolah berwawasan lingkungan. Selain pembiasaan karakter, sekolah juga dilengkapi fasilitas fisik seperti komposting untuk sampah organik dan instalasi hidroponik sebagai media edukasi siswa. Kini, mereka bersiap membidik tingkatan tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.

“Tahun ini kami berencana masuk Adiwiyata Mandiri dengan membina sekolah lain. Anak-anak juga kami siapkan menjadi duta lingkungan bersama DLH, orang tua, dan KCD Wilayah III,” tutup Khomsatun. [ish]

BEKASI TOP