
posBEKASI.com | BEKASI – Setamat sekolah SMP tahun 1986, di kampung halamannya, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Efi Purwadi (55), langsung merantau ke Kota Bandung. Berbekal Kakaknya bernama Untung Sulistiono (62), yang bekerja di kuliner Sop Kaki Kambing dan Sapi Khas Jakarta Tanah Abang, ia pun ikut bekerja membantu kakaknya mencuci piring.
Akrab di sapa Kang Efi merupakan anak bontot dari 12 bersaudara dari pasangan Bapak Dikran dan Ibu Sumedi, dan orangtuanya memberinya nama cewek.
“Saya yang terakhir, makanya gak kebagian apa-apa. Sampai nama aja bapak saya bingung, sampai ngasih nama saya nama cewek saking bingungnya kasih nama anak,” cerita Kang Efi seperti dilansir Lovebandung.com, pada pembukaan Cabang Dua Saudara Sop Kaki Kambing & Sapi 999 atau Basoka (Bakul Sop Kaki) 999, di Ruko Blok A1 No.8, Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR) Kota Bekasi, yang merupakan cabang terbaru Dua Saudara, pada 16 Juni 2025.
Delapan tahun bekerja di sop kaki, yang pemiliknya orang Medan buka di Cikapundung yang kawasan tersebut direlokasi pindah ke Jalan Banceuy. Pada tahun 1993 Kang Efi memutuskan melamar dan menikahi gadis pilihannya Siti Juneti yang juga masih satu kampung.
Tahun 1994, Kang Efi memutuskan untuk membuka kuliner sop kaki yang delapan tahun ia geluti. Dengan modal seadanya, membuka sop kaki di Cikapundung Barat, Kota Bandung, bersama kakanya. Kemudian sop kaki nya diberi nama “Dua Saudara”.
Mulai dari cuci piring hingga bisa memasak, Kang Efi tidak pernah menyerah. Bahkan sampai menjalankan usahanya. Mereka terus berusaha meningkatkan kualitas sop dengan mencoba resep-resep baru dan memperbaiki teknik memasak. Mereka juga berusaha untuk memahami kebutuhan dan selera pelanggan, sehingga mereka dapat menyajikan sop yang sesuai selera dengan keinginan konsumennya.

Hari terus berganti minggu, berganti bulan, dan tahun demi tahun, sop kaki-nya semakin ramai dikunjungi pelanggan dan bahkan para wisatawan pemburu kuliner yang datang ke Kota Bandung.
Dua Saudara, Kang Efi dan Kang Untung memiliki passion memasak dan berbisnis, serta tekad untuk sukses berjualan sop dengan rasa sop yang lezat dan harga yang terjangkau, usaha mereka mulai berkembang.
Hingga kini, sop kaki Dua Saudara di Cikapundung itu pun sehari bisa menghabiskan 1 kwintal daging sapi, kaki dan kepala kambing.
“Dengan segala duka citanya, Alhamdulillah jalan sampai hari ini,” ungkap Kang Efi.
Ekspansi ke Mancanegara
Setelah beberapa tahun berjualan soto di Bandung, Kang Efi mulai berpikir untuk memperluas usaha mereka. Mereka membuka cabang pertama di kota lain di Indonesia, kemudian diikuti dengan pembukaan cabang-cabang lainnya di kota-kota besar. Usaha Abang beradik ini mereka berkembang pesat.
Meski bermodalkan ijasah SMP, Kang Efi yang tak pernah menyerah dan mengandalkan doa kedua orang tua.
“Orang-orang bilang saya sukses untuk level kampung lah,” tutur Kang Efi merendah.
Betapa tidak, dengan banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi, Kang Efi berhasil nguliahin dua putranya ke jenjang lebih tinggi.
“Saya gak mau anaknya bodoh kaya bapaknya, Alhamdulillah yang sulung sukses S2, yang si bungsu Juanaefi Dinar Kirana, lagi sidang skripsi,” ungkap Kang Efi yang telah dikaruniai dua cucu dari puta sulungnya, Arjunaefi Sasi Akbar.
Berkah kerja kerasnya dan sukses mengantarkan pendidikan anak, kini Kang Efi telah memiliki cabang di Cihanjuang No.102 Cimahi, Cabang Jalan Gardujati Bandung, Cabang Jalan Kepatihan Foodcourt Lt IV Bandung, Cabang Jalan Perintis No.9 Sarijadi Bandung.
Untuk cabang di kampung halaman, Kang Efi membukanya di Jts Bumiayu, Jalan Pangeran Diponegoro No.6. Brebes.
Selain itu, Kang Efi bekerjasama dengan pemilik modal membuka Dua Saudara di Jakarta yakni, Jalan Tutialawiyah No.11 B Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jalan Kalibata Raya depan TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Sop kaki Dua Saudara juga dapat dinikmati di kota empek empek Palembang, Sumatera Selatan yakni di Jalan Demang Lebar Daun.
Tak lama lagi, Kang Efi digaet seorang owner untuk membuka cabang pertama di luar negeri. Kang Efi berencana akan berangkat awal bulan Agustus 2025 mendatang untuk meninjau rencana pembukaan Dua Saudara di negeri kepala singa Singapura.
Kunci Sukses
Kang Efi yang tak pelit membagi pengalamannya mengungkapkan bahwa kunci sukses Dua Saudara adalah kerja keras, ketekunan, dan kemampuan untuk memahami kebutuhan dan selera pelanggan.
Selain itu, juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan layanan, serta memperluas jaringan bisnis untuk meningkatkan kesempatan.
“Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras dan ketekunan. Dengan memiliki semangat dan tekad yang kuat, generasi muda dapat mencapai kesuksesan dan membangun usaha yang sukses,” terang Kang Efi.
Kisah Kang Efi yang supel bergaul dengan siapa saja dan sangat terkenal di Bumiayu sebagai komentator bola tarkam, menjadi inspirasi bagi pemula yang ingin berusaha atau berdagang kuliner.
Sumber: Lovebandung.com

