
posBEKASI.com | CIKARANG – Anggota DPRD Jawa Barat H. Syahrir, SE, M.IPol, mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi terus membenahi perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diagendakan sebanyak 2.500 unit untuk program rutilahu dan 1.650 unit pembangunan sarana Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) untuk tahun 2023.
“Ini terus kita dorong dan apresiasi kepedulian terhadap masyarakat untuk merenovasi ribuan rutilahu warga tidak mampu,” kata Syahrir saat dihubungi, Jumat 19 Mei 2023.
Syahrir meminta Disperkimtan Kabupaten Bekasi terus memperluas pendataan seluruh desa rumah yang layak mendapatkan program rutilahu.
“Untuk pendataan terus diperluas lagi rumah yang layak mendapat bantuan rutilahu dapat diprogram untuk tahun 2024,” ungkap Anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kabupaten Bekasi ini.
Sama pentingnya dengan rutilahu, program SPALD-S pembangunan MCK untuk kesehatan warga.
Sebelumnya, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, mengatakan program Rutilahu dan SPALD-S untuk tahun 2023 ini sudah mulai berjalan. Para penerima manfaat yang kondisi rumahnya sudah tidak layak huni, termasuk pembangunan sarana MCK terhadap warga yang tidak memiliki SPLAD-S di rumahnya.
“Untuk SPALD-S yang dari anggaran APBD Murni kita ada alokasi kurang lebih 820 unit pembuatan MCK/SPALD-S dan dari program DAK sebanyak 830 jadi totalnya 1.650 unit. Adapun terkait Rutilahu kita dari APBD akan memperbaiki sebanyak 2.500 unit yang tersebar di 23 kecamatan masing-masing 15 unit per-desa,” ucap Nur Chaidir, Rabu 17 Mei 2023. Adikarya Parlemen

