
POSBEKASI.com | BANDUNG – Pembiayaan perbankan di Jawa Barat 2021 kembali pulih di tengah melandainya kasus Covid-19. Pelaku industri keuangan pun melihat tahun 2022 dengan optimis. Khusus Kredit Mesra, program pembiayaan digagas Pemprov Jabar bersama Bank BJB terus mengalami pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat posisi terakhir penyaluran kredit mesra telah mencapai Rp8,4 miliar.
“Kredit mesra disalurkan kepada 3.042 akun penerima. Dan NPL nya juga sangat bagus, di bawah 1 persen,” ujar Kepala OJK KR2 Jabar Indarto Budiwitono, di Kota Bandung, Jumat 28 Januari 2022.
Terakhir, Kredit Mesra melebarkan sayap layanan di Bali dengan peluncuran program bertajuk “BJB MESRAkan Bali”.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Wakil Gubernur Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri langsung peluncuran program ini di samping Pura Melanting, Pasar Badung Dangin Puri Kangin, Kota Denpasar, Bali, Selasa 18 Januari 2022 lalu.
Program BJB MESRAkan Bali merupakan perluasan Kredit Mesra yang telah berlangsung di Jabar sejak 2018. Kredit Mesra telah dinikmati masyarakat menengah ke bawah dengan produktif secara ekonomi melalui dana pinjaman bunga 0%, tanpa agunan dan bebas biaya provisi.
“Ini adalah inovasi kepada masyarakat menengah bawah menggabungkan sila pertama ketuhanan yang maha esa dengan sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ridwan Kamil.
Peluncuran program BJB MESRAkan Bali diiringi juga dengan pemberian kredit kepada perwakilan umat Hindu sebanyak tujuh orang. Hal itu diperuntukkan untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19
Indarto Budiwitono menambahkan stabilitas sistem keuangan Jawa Barat juga berada dalam kondisi terjaga.
Terlihat dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat oleh Perbankan Jawa Barat bertumbuh sebesar 8,64% yoy. Seiring pertumbuhan DPK, penyaluran kredit/pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 6,17% yoy.
Di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut, risiko kredit perbankan di Jawa Barat masih pada level yang manageable dan membaik dari periode sebelumnya dengan indikator NonPerforming Loan (NPL) gross Desember 2021 sebesar 3,51% (Desember 2020: 3,90%).
Sementara dari penetrasi pasar modal di Jawa Barat, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat bertumbuh 115% menjadi sebanyak 1,5 juta atau 21,3% dari total SID Nasional dan menempati posisi pertama diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Adapun transaksi saham per Desember 2021 mencapai Rp441 triliun atau sekitar 9,1% dari transaksi Nasional.(AMH)

