Bekasi Online

Bos Parkir Metland Berpenghasilan Rp1,3 Miliar Dibunuh Keponakan

Kapolres Bogor AKBP Harun saat memberi keterangan pers pengungkapan dan penangkapan pelaku pembunuhan bos parkir di Kawasan Metland Cileungsi, Kabupaten Bekasi, di Mapolres Bogor, Ahad (31/10/2021). [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.com | CILEUNGSI – Kapolres Bogor AKBP Harun menyatakan pihaknya mengungkap fakta sektor perparkiran di beberapa wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menghasilkan uang miliaran rupiah dikelola oleh preman. Dampak pengelolaan parkir ilegal itu, salah satunya berujung pada pembunuhan bos pengelola parkir liar yang kasusnya berhasil diungkap dalam waktu kurang dari dua pekan.

“Tersangka AH ini sakit hati karena korban P alias G yang merupakan pamannya sendiri mengambil alih setoran parkir di sekitaran Metland Cileungsi. Kemudian AH berencana membunuh korban sejak setahun lalu,” kata AKBP Harun dalam keterangan persnya, Ahad (31/10/2021).

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengatakan dari satu kawasan lahan parkir ilegal di Metland Cileungsi,  terdapat 18 preman parkir liar yang masing-masing menyetorkan uang senilai Rp205 ribu dalam sehari kepada AH.

“Jika dikalkulasikan, AH memperoleh uang senilai Rp3,7 juta dalam sehari atau Rp1,3 miliar dalam setahun dari parkiran ilegal di Kawasan Metland Cileungsi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal tersebut yang melatarbelakangi kasus pembunuhan berencana terhadap P yang mengambil alih 30 persen setoran dari lahan parkir di Metland Cileungsi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana tak menampik kabar masih banyaknya parkir ilegal di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi penyebab kebocoran potensi pendapatan daerah.

Namun, ia mengaku tidak bisa melakukan penindakan selama tidak menerima laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

“Gini, kalau parkiran itu kewenangannya ada di DLLAJ (Dishub), sepanjang DLLAJ tidak memberikan laporan ke kami, kami tidak bisa (menindak),” kata Iman saat dikonfirmasi.

Ia membenarkan bahwa dengan membiarkan menjamurnya parkir ilegal, sama halnya dengan membiarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kehilangan potensi pendapatan dari sektor perparkiran.

“Berarti DLLAJ tidak melihat pada potensi, padahal itu potensi, seharusnya dilakukan pengawasan dan penertiban di wilayah itu,” pungkasnya.[OJI]

BEKASI TOP