Bekasi Online

Prasetyawati Reses di Cileungsi Berbagi Sembako, Masker dan Buku Saku Covid-19

Anggota DPRD Jabar Ir. Prasetyawati, MM, melakukan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2020-2021, di RT.4, RW2 Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (2/8/2021). [Posbekasi.com /Humas DPRD Jabar]

POSBEKASI.COM | BOGOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Daerah Pemilihan/Dapil VI Kabupaten Bogor, Ir. Prasetyawati, MM, membagikan sembako, masker dan buku petunjuk tentang Covid 19 atau buku saku Covid-19 saat melakukan Reses III Tahun Sidang 2020-2021, di RT.4, RW2 Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (2/8/2021).

“Reses di Desa Gandoang, dimulai dengan melakukan baksos, membagikan sembako, masker dan buku Petunjuk tentang Covid-19, dilaksanakan di halaman rumah warga, dan dilakukan dalam beberapa sesi karena mengikuti protokol kesehatan,” ungkap Prasetyawati.

Politisi perempuan Partai Gerindra ini
juga menjelaskan tentang bagaimana melindungi diri dari Covid-19 dan bagaimana apabila terpapar Covid-19. sesuai dengan buku saku Covid-19 yang dibagikannya.

KLIK: Faizal Hafan Farid Apresiasi Progam Berani Kabupaten Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyawati menerima keluhan maupun aspirasi dari beberapa perwakilan desa di Kecamatan Cileungsi di antaranya, kerusakan jalan Provinsi di jalur Narogong – Cileungsi dan Kondisi kumuh bawah Fly Over Cileungsi dimana lampu lalu lintas selalu mati, keadaan kumuh padat dan kotor, perlu penataan yang serius untuk Fly Over Cileungsi.

Selian itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait masalah truk sampah yang melalui jalan Cileungsi sering menyisakan sampah yang berjatuhan, meninggalkan bau di jalanan yang bisa berdampak pada bibit penyakit.

“Kami juga mendengarkan aspirasi dari adanya vaksin yang dilakukan di 3 desa di Kecamatan Cileungsi yang pendanaanya dilakukan dari APBD Provinsi Jabar yang pelaksanaannya dilakukan tanpa koordinasi diawal,” ujarnya.

“Jadi peserta diambil dari online padahal yang mendaftar di kecamatan cukup banyak, pada saat peserta sudah terkumpul melalui online oleh pelaksana baru koordinasi dengan desa, hal ini menjadi kontradiktif bagi masyarakat setempat , karena yang mendapat jatah banyak dari luar daerah tersebut,” tambah Prasetyawati yang juga Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Jawa Barat.[POB]

BEKASI TOP