Bekasi Online

Operasi Yustisi dan non-Yustisi, Satpol PP Kota Bekasi Jaring 813 Orang

Pemkot Bekasi dan tiga pilar gelar Operasi Yustisi dan non-Yustisi untuk tegakkan protokol kesehatan, Jumat (22/1/2021). [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Pemkot Bekasi bersama unsur Tiga Pilar gelar Operasi Yustisi dan Operasi non-Yustisi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di ruang publik seperti terminal, tempat perekonomian maupun di 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

Operasi Yustisi di Kota Bekasi
ditingkatkan seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

“Operasi Yustisi dan Operasi Non Yustisi dengan adanya PPKM Jawa-Bali ini akan ditingkatkan dari yang telah kita lakukan saat ini dengan tim gabungan dari berbagai unsur, Tim Operasi Yustisi PPKM terdiri dari Hakim, Panitera, Jaksa, Korwas, PPNS, Babinsa, Bimaspol, Kecamatan, Kelurahan, Dishub, Satpol PP, Petugas Administratif dan Tim Operasi NON Yustisi PPKM terdiri dari Babinsa, Bimaspol, Kecamatan, Kelurahan, Dishub, Satpol PP dan Petugas Administratif,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Abi Hurairah dikutip dari siaran persnya, Ahad (24/1/2021).

Sat ini kata Abi sanksi bagi pelanggar Yustisi berupa denda dan pelanggar non Yustisi berupa kerja sosial.

“Tndak tegas bagi pelanggar, untuk Yustisi kita sanksi dengan denda dan non Yustisi dengan sanksi kerja sosial. Untuk yustisi baru bisa 1 kali persidangan di Terminal Bekasi Timur dengan jumlah pelanggar 39 orang dan dikenakan denda sebanyak Rp10  – Rp20 ribu. Total dana terkumpul Rp550 ribu masuk ke kas daerah dan pelanggar Non Yustisi di sanksi kerja sosial. Kami berharap tidak ada lagi pelanggar karena demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” tegas Abi Hurairah.

Lanjut Abi adapun jumlah pelanggar hingga hari ini berjumlah 813 orang, baik pelanggar Yustisi maupun Non Yustisi.[ISH]

4.

BEKASI TOP