Pintu Air Diganti Gedebong Pisang Ancam Kemandirian Pangan

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Nur Supriyanto (kanan) dalam kunjungan kerja pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Jabar ke Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Kota Cirebon, Senin, (28/9/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | CIREBON – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat meminta angaran saluran irigasi di wilayah sungai Cimanuk-Cisanggarung segera direnovasi. Pasalnya, untuk meningkatkan pertanian harus didukung infrastruktur yang memadai.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Nur Supriyanto mengatakan setelah mengevaluasi anggaran refocusing beberapa waktu lalu justru anggarannya mengalami penurunan yang cukup drastis.

Banyak kegiatan yang seharusnya dikerjakan mendekati ke arah yang lebih sempurna. Tetapi malah menurun dengan banyaknya saluran-saluran irigasi yang kondisinya sudah tidak layak.

“Bahkan ada pintunya sudah rusak diganti dengan gedebong pisang dan itu akan menjadi evaluasi kita ke depan,” ujar Nur Supriyanto dalam kunjungan kerja pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ke Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dalam rangka evaluasi anggaran tahun 2020, Kota Cirebon, Senin, (28/9/2020).

Pihaknya mengharapkan pada penganggaran irigasi disisa waktu dua bulan yang ada ini bisa dimaksimalkan dengan baik. “Sehingga para petani bisa memanfaatkan saluran air yang difasilitasi pemerintah,” ujar politisi PKS dari Dapil Kota Bekasi dan Depok.

Senada dengan Nur Supriyanto, anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengaku sangat prihatin atas kondisi di lapangan ternyata masih ada pintu-pintu air yang semestinya dijaga dengan pintu besi tapi ternyata di ganti dengan gedebong pisang.

Rencananya, akan memastikan langsung untuk turun kelapangan agar dapat langsung membahas dan penganggaran untuk kebutuhan irigasi.

“Ada beberapa daerah irigasi yang sudah kritis, jadi Komisi IV prihatin dengan kondisi ini. Ada sekitar 200 pintu pembagi air itu yang kondisinya mengkhawatirkan,” kata Daddy.

Daddy berharap, 200 pintu air itu dikelola dan urus dengan baik. Hal itu berlaku bulan hanya di UPTD Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Terdapat 6 UPTD yang kondisinya sama-sama memprihatinkan.

“Bukan tidak mungkin, kemandirian pangan di Jabar menurun bisa diakibatkan oleh rusaknya fasilitas irigasi bagi pertanian di Jabar. Kita tidak ingin itu terjadi. Kita mendukung kemandirian pangan daerah yang sudah menjadi kewajiban kita semua,” pungkasnya.[POB]

Pin It

Comments are closed.