Spirit Al Mujib: Menjadi Hamba Ahli Doa

KH.Abdullah Gymnastiar.[DOK]

POSBEKASI.COM – Doa adalah saripatinya ibadah. DOa akan memperjelas posisi kita sebagai hamba dan Allah sebagai Rabb yang menciptakan. Semakin mantap posisi ini, akan semakin beruntung pula hidup kita. “Tiada daya dan kekuatan hanyalah karena Allah yang Maha Tinggi”. Oleh karena itu, da akan membawa orang pada perubahan menjadi lebih baik. Apa ciri seorang ahli doa?

Pertama, dia memiliki tujuan yang jelas dalam hidup. Doa adalah target kehidupan. Orang yang bagus doanya akan terprogram hidupnya. dia memiliki target dan perencanaan untuk memenuhi target tersebut. Sebab, ketika dia memohon sesuatu kepada Allah, dia pun akan dituntut untuk berikhtiar mendapatkan sesuatu tersebut. Konkretnya, ketika kita minta jodoh yang saleh misalnya, kita pun dituntut untuk memprogram dan merencanakannya, di antaranya membuat planning kapan kita menikah, apa yang harus dipersiapkan, di mana mencari jodoh dengan kriteria saleh tersebut, dan sebagainya. Maka, seorang ahli doa akan sangat perhatian dengan momen-momen ijabahnya doa. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memohon kepada Allah. Ketika turun hujan, berdoalah. Ketika akan, sedang, dan setelah turun dari kendaraan, berdoalah. Ketika berjalan, berdoalah. Dan, sebaik-baik doa adalah yang dicontohkan Al-Quran dan Rasulullah SAW.

Kedua, dia akan bersikap wara”. Seorang ahli doa tidak akan mau tersentuh barang haram. Sebab, dia tahu kalau doa akan terhalang ketika dalam tubuh kita terdapat barang haram. Rasulullah SAW pernah menasihati Sa’ad bin Abi Waqqash, ketika itu Sa’ad meminta Rasulullah SAW untuk mendoakannya agar menjadi orang yang doanya dikabulkan Allah Ta’ala. ”Wahai Saad,” sabda Nabi, ”perbaiki lah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Demijiwaku yang ada dalam genggaman-Nva, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu serta riba (barang haram), maka neraka lebih layak baginya.” (HR Thabrani)

Ketiga, seorang ahli doa akan selalu berbaik sangka kepada Allah. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Tidak enak, pahit atau menyengsarakan adalah persepsi kita. Allah tidak akan memberi ujian, kecuali ada kebaikan di balik ujian tersebut. Ketika Allah “tidak mengabulkan” doa kita, pasti ada yang lebih baik di balik tidak dikabulkannya doa tersebut. Hanya saja ilmu kita belum sampai pada hakikat tersebut. Maka, seorang ahli doa yang ditimpa berbagai ujian, dia akan selalu yakin bahwa apa yang ditetapkan Allah baginya, itu semata-mata buah cinta terindah dari-Nya. Dia sangat yakin bahwa:

1. Allah Ta’ala menimpakan cobaan agar dirinya sadar dan menjauh dari maksiat.

2. Allah Ta’ala menimpakan cobaan untuk menghapus kan dosa-dosa yang akan menyebabkan dirinya masuk neraka.

3. Allah Ta’ala menimpakan cobaan agar dirinya mengerti tabiat dunia, lalu merindukan surga dan bertemu dengan-Nya.

4. Allah Ta’ala menimpakan cobaan agar dirinya ridha dengan perbuatan dan hikmah-Nya.

5. Allah Ta’ala menimpakan cobaan agar dirinya selalu mengingat nikmat dari-Nya dan mensyukurinya.

6. Allah Ta’ala menimpakan cobaan agar dirinya bisa masuk surga tanpa hisab dengan rahmat-Nya, “… sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS Az-Zumar, 39:10)

7. Allah Ta’ala menimpakan cobaan untuk mensucikan dirinya karena Dia sangat menginginkan semua hamba-Nya masuk surga dan terbebas dari neraka. Dia menimpakan sedikit cobaan, lalu mengubahnya menjadi nikmat.

Keempat, seorang ahli doa akan senang menolong dan tidak mempersulit orang lain. Dia tahu bahwa Allah akan menolong dan mempermudah urusan seorang hamba yang suka menolong dan mempermudah saudaranya. Yakinlah, semakin gemar kita menolong orang lain, akan semakin mudah pula doa kita dikabulkan. Seorang ahli doa sangat yakin dengan sabda dari Rasulullah SAW

“Siapa melapangkan kesusahan (kesempitan) untuk seorang Mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dan’ kesusahan-kesusahan pada Hari Kiamat; dan siapa memudahkan kesukaran seseorang, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Kelima, seorang ahli doa akan fokus memperbaiki kualitas ibadahnya kepada Allah. Maka, dalam usaha meneladani Al-Mujib dengan menjadi ahli doa, kita jangan fokus pada permohonan, keinginan, yang belum dipenuhi oleh Allah SWT. Hal terbaik adalah fokus pada kekurangan diri. pada keterlambatan kita untuk menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ketimbang fokus memikirkan mengapa Allah belum juga mengabulkan doa kita agar dimudahkan rezeki, dilunaskan utang piutang, dikarunia jodoh, dan hajat-hajat lainnya. Kita lebih baik sibuk memikirkan mengapa kita masih kesiangan shalat Subuh, mengapa kita masih saja lupa mensyukuri berbagai nikmat yang selama ini sudah Allah berikan kepada kita: nikmat udara yang melimpah, nikmat jantung yang masih terus berdegup, dan sebagainya.

Tidak masalah doa kita terlambat dikabulkan. Toh keterlambatan pun hanyalah pada penilaian kita saja sebagai makhluk Hal yang menjadi masalah adalah jika kita terlambat shalat pada awal waktu, pelit sedekah, malas tilawah Al-Quran, terlambat menolong orang lain, berbuat dosanya banyak tetapi istighfarnya terlambat. Lebih baik ketika kita merasa ada Yang telat dari Allah, segera kita periksa apa yang telat dari diri kita.

Allah Maha Tahu kita memperbaiki diri. Allah Maha Tahu kita menyegerakan istighfar dan taubat. Allah Maha Tahu kita menyegerakan amal-amal saleh yang Dia cintai. Demi Allah, semua ini tidak akan sia-sia di hadapan-Nya. Allah akan membalas semua itu dengan kebaikan yang tiada pernah kita bayangkan. Bahkan, boleh jadi Allah membalasnya dengan berbagai kebaikan yang bahkan tidak kita sadari ternyata sudah kita terima.

(Sumber : Buku Asmaul Husna, Untuk Hidup Penuh Makna karya KH Abdullah Gymnastiar)

Pin It

Comments are closed.