Dinas Perhubungan Jabar Belum Optimal Garap 14 Terminal Tipe B

Komisi IV DPRD Jabar monitor ke UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Wilayah II, Kabupaten Bandung, Jumat (4/9/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Pelayanan di terminal memiliki arti penting karena mampu memudahkan masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang kerap menimbulkan kemacetan.

Karena itu, DPRD Provinsi Jawa Barat meminta optimalisasi terminal tipe B di Jawa Barat sebagai mobilisasi masyarakat. Terminal tipe B berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.

“Di Jawa Barat terdapat 14 terminal tipe B sudah diamanatkan didalam Perda RTRW. Ke-14 terminal ini mestinya digarap secara maksimal oleh dinas terkait,” kata anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady saat melakukan monitoring kegiatan Tahun Anggaran 2019 dan melihat progres pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2020 pada UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Wilayah II, Kabupaten Bandung, Jumat (4/9/2020).

“Karena lewat terminal lah orang pergi, dari, datang, ke luar tempat tinggalnya untuk mencari nafkah. Kami ingin semua terminal tipe B di Jabar ini tertata dengan baik,” tambah Daddy.

Daddy menyatakan salah satu UPTD milik Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat tersebut dari sisi infrastruktur bangunan masih relatif layak.

Dengan luas lahan dua hektar lebih, menurutnya cukup representatif dibandingkan dengan UPTD lain. Namun, dari segi penganggaran masih relatif kurang terutama pengadaan untuk Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Saat ini realisasinya belum mencapai 30 persen dari keseluruhan. Sehingga masih banyak akses jalan provinsi yang belum terfasilitasi PJU,” kata Daddy.[POB]

Pin It

Comments are closed.