Pabrik Pencemar Sungai Kejahatan Lingkungan akan Dilaporkan secara Hukum

Sekda Karawang Acep Jamhuri meninjau Bendung Barugbug Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Karawang, Kamis (3/9/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | KARAWANG – Sungai Cilamaya kembali menghitam dan mengeluarkan bau busuk dapat berdampak serius terhadap ketahanan pangan dari para petani yang mengandalkan aliran sungai untuk mengaliri air ke lahan pertaniannya.

“Terjadinya kembali aliran sungai Cilamaya di Bendung Barugbug tercemar merupakan suatu kejahatan lingkungan yang harus segera diselesaikan secara jalur hukum. Ini kejahatan lingkungan, harus dilanjutkan dan harus di cari pabrik-pabriknya kemudian di laporkan lalu diselesaikan secara hukum,” tegas Sekda Karawang, H. Acep Jamhuri saat meninjau Bendung Barugbug Desa Barugbug Kecamatan Jatisari, Karawang, Kamis (3/9/2020).

Acep akan mengambil langkah-langkah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang bersama Fordas Cilamaya Berbunga yang akan dibantu dan difasilitasi untuk mencari pabrik-pabrik atau industri yang tidak patuh kepada kewajiban pabrik dalam masalah pengolahan limbah.

“Ini sangat merugikan masyarakat dan para petani di Karawang khususnya yang menggunakan air dari aliran sungai ini. Akibatnya, kualitas padi menjadi kurang bagus karena dampak dari saluran air di aliran sungai Cilamaya yang tercemar limbah industri ini,” pungkasnya.[DIN]

Pin It

Comments are closed.