
Hadir pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan para Ketua Demang Kecamatan dan rombongannya dari wilayah masing-masing.
Rahmat Effendi mengatakan BKMKB adalah Ormas Kebekasian tapi tidak primordial, jadi tidak Bekasi asli. Di dalamnya pun beragam suku ikut tergabung di dalam BKMKB.
“Kita membuka dan mendirikan BKMKB ini didalamnya ada orang Jawa, Batak, Papua dan lainnya, semua yang berdomisili Kota Bekasi punya kesempatan bisa menjadi pengurus atau pimpinan di BKMKB,” kata Rahmat.
Untuk Demang, ada 12 orang mereka setiap satu Kecamatan satu Demang. Sedangkan Mandor ada 56 orang di setiap kelurahan.
Selain itu, tugas dan fungsi para pengurus BKMKB ini sama dengan ormas lainnya. Sementara untuk tugasnya, dihadirkan untuk menjaga keseimbangan di masyarakat. Artinya mereka harus membantu masyarakat, mensosialisasikan kegiatan pemerintah, tidak memprovokasi.
Konsep pemberdayaan BKMKB adalah sosial kemasyarakatan, BKMKB harus ada di RW di RT mereka harus sebagai tokoh.
“Yang pasti BKMKB sama dengan yang lainnya. Gak ada bedanya Kita sama. Kalau di Kabupaten Bekasi kan ada BKMB mereka gabung Kota dan Kabupaten. Dan kalau kita khusus di Kota saja,” kata Rahmat. [ISH]

