Percantik 30 Kampung Kumuh Pemkab Bekasi Anggarkan Rp52 M

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninjau hasil pelaksanaan program Berseka dan Kotaku di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (18/2/2020). [POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Pemkab Bekasi berkolaborasi dengan Pemerintah Pusatm engentaskan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan Bekasi Bersih Sehat Berkah (Berseka).

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan pihak gencar melakukan penataan dan pembangunan wilayah yang masih dianggap kumuh.

“Sesuai amanat undang undang bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat maka dari itu Pemkab Bekasi akan terus giat melaksanakan program Berseka ini,” ucap Eka pada peresmian hasil pembangunan Kotaku dan Program Berseka di Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (18/2/2020).

Sesuai Surat Keputusan Bupati Bekasi No. 591/KEP.169-Distarkim/2016 ada sekitar 186,8 hektar dan tersebar di 30 kampung, 9 desa yang berada di 4 kecamatan yang masuk luasan wilayah kumuh. Sejak tahun 2017 hingga saat ini, luasan kumuh berdasarkan SK. Bupati Tahun 2016 telah dituntaskan secara bertahap.

“Pada tahun 2017 luasan kumuh berkurang sebesar 5,2 hektar. Pada tahun 2018 berkurang sebesar 78 hektare. Dan pada tahun 2019 berkurang kembali sebesar 97 hektar,” ungkap Eka.

Menurutnya, capaian penuntasan luasan kumuh tersebut tidak terlepas dari usaha dan kerja keras yang telah dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) sebagai leading sector penataan Kawasan kumuh di Kabupaten Bekasi.

“Saya mengapresiasi Disperkimtan sebagai leading sector, juga kepada perangkat dinas mitra yang tergabung dalam Pokja pengembangan Kawasan permukiman, para Muspika kecamatan, para fasilitator dan para relawan yang tetap bersemangat membangun lingkungan.” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Iwan Ridwan mengungkapkan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan ini di kawal oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat serta pemeliharaannya melibatkan partisipasi masyarakat melalui kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP), di masing-masing desa  atau kelurahan penerima lokasi dan alokasi dana BPM.

Iwan menambahkan rencana kegiatan Berseka dan Kotaku di Tahun 2020 ini akan dianggarkan sebesar Rp52 miliar untuk 30 kampung, 9 desa yang berada di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Tambun Selatan, Tambun Utara, Cikarang Selatan dan Cibitung.

Dalam acara tersebut Bupati juga menandatangani prasasti peresmian hasil program Berseka dan Kotaku dan ditutup penanaman pohon dan peninjauan fasilitas serta sarana seperti alat pembuatan kompos, Bank Sampah hingga peninjauan infrastruktur lingkungan. [RIK]

Pin It

Comments are closed.