BP Perda DPRD Jabar Konsultasikan 13 Usulan Raperda ke Dirjen Produk Hukum Daerah Kemendagri

BP Perda DPRD Jabar saat konsultasi usulan Raperda
ke Dirjen Produk Hukum Daerah Kemendagri, Senin (25/11/2019). [POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Kunjungan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Jawa Barat, ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Produk Hukum Daerah (Dirjen PHD), BP Perda menkonsultasikan 13 usulan Raperda di Provinsi Jawa Barat, di ruang rapat Dirjen PHD Kemendagri, DKIa Jkarta, Senin (25/11/2019).

Selanjutnya, hasil konsultasi tersebut  akan dituangkan pada Propemperda.

Ketua BP Perda DPRD Jabar, Achdar Sudrajat mengatakan beberapa point yang dikonsultasikan ialah, peluncuran Raperda serta perubahan Raperda, Kemendagri melalui Dirjen Produk Hukum Daerah memberi masukan dan saran kepada BP Perda DPRD Jabar untuk memprioritaskan membuat Perda yang dinilai memiliki peranan penting dalam pembangunan di Provinsi Jawa Barat, seperti Raperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

Dirjen PHD juga memberi masukan untuk kewenangan BP Perda dalam membuat raperda agar dimaksimalkan.

Ketua BP Perda DPRD Jabar, Achdar Sudrajat akan menindaklanjuti masukan dan saran dari Dirjen PHD Kemendagri ini untuk diaplikasikan kedalam BP Perda.

Achdar menambahkan dari ke 13 usulan Raperda yang dianggap menjadi prioritas ialah Raperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) serta Raperda Keagamaan atau Raperda Pesantren.

“Khusus untuk Raperda RP3KP Achdar mengatakan Raperda ini memiliki peranan penting bagi pembangunan di Provinsi Jawa Barat,” kata Achdar. [POB]

Pin It

Comments are closed.