Relawan Patriot SMK Telkom Bandung Dikukuhkan, Awal Merenda dan Melukis Masa Depan

Pengukuhan Relawan Patriot di Aula SMK Telkom Bandung, Sabtu (9/11/2019). FOTO Transindonesia.co

POSBEKASI.COM | BANDUNG –  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Bandung kukuhkan 35 Relawan Patriot yang lolos seleksi Akademi Relawan angkatan 2019/2020, di Aula SMK Telkom Bandung, Jalan Radio Palasari Road, Citeureup, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2019).

Upacara pengukuhan dipimpin langsung Kepala Sekolah DR. Daduk Merdika Mansur, ST, MM, dengan pemimpin upacara Yoga Pratama, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, lagu Indonesia Raya dan Mars Telkom, kemudian ditandai dengan penyematan secara simbolis Topi Relawan oleh pembina upacara kepada dua perwakilan Relawan Patriot.

Dalam amanatnya, Daduk Merdika menegaskan sebagai manusia memiliki peran yang sangat jelas karenanya pengukuhan ini merupakan awal pintu gerbang merenda dan melukis masa depan.

“Kalian dikukuhkan menjadi Relawan SMK Telkom awal pintu gerbang merenda dan melukis masa depan. Inilah bentuk persembahan untuk mencetak sumber daya prima yang Rahmatan Lill Alamin. Bukan sekedar teori tapi bisa mempraktekkan dan mempersembahkan karya,” tegasnya.

Dikatakannya, karakter unggul tidak didapat dengan proses yang sederhana dan cepat. Tapi dilahirkan dengan samudra yang luas, proses yang hebat dan panjang. Itulah proses paripurna,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak semua orang dapat menjalani dan melewati semua proses yang panjang ini.  Pada hakekatnya ini pemberian dari Allah. Apapun yang kita miliki semuanya pemberian Allah.  Karena itu, momen ini meningkatkan belajar, karya,  kontribusi dalam proses Relawan sebagai awal mengangkat cita-cita, langkah-langkah ke depan dan mental yang prosesnya masih panjang ke depan.

“”Manusia yang memiliki samudera keikhlasan, kesabaran dan siap menampung kehidupan menjadi manusia yang istiqomah.
Siapa yang tidak pernah berhenti dan tidak menyerah dialah yang mencapai finish, bukan siapa yang kuat,” ucapnya.

Seleksi Alam

Selain dihadiri pembina Relawan Patriot, Arini Fitri, para senior Relawan Patriot juga dihadiri alumni Relawan Patriot baik yang tengah kuliah, maupun bekerja pemerintahan dan diberbagai perusahaan juga beberapa alumni menjadi tenaga pengajar di SMK Telkom merupakan suatu ikatan bathin yang sulit dilepaskan.

Karena pembentukan relawan berlandaskan keikhlasan memperhatikan dan membantu satu sama lainnya.

Terpatrinya jiwa Patriot itu sesuai tiga janji Relawan dibacakan Kepala Sekolah dan diikuti para relawan yang dilantik yakni, Tekad Kehormatan Relawan;
1. Kehormatan menjadi Relawan jujur sampai akhir hayat.
2. Kehormatan menjadi Relawan bertanggung jawab setia dan tahu balas budi.
3. Kehormatan menjadi Relawan gigih, tangguh, pantang mengeluh,  pantang menyerah,  pantang menjadi beban dan pantang berkhianat.

“Para alumni Relawan Patriot hadir memberikan perhatian khusus kepada juniornya, bahkan mereka alumni datang dari berbagai daerah sengaja mengambil cuti kerja hanya untuk menghadiri pelantikan. Inilah suatu kebanggaan Relawan Patriot yang jiwa mereka telah terpatri Patriot,” kata Guru Bidang Kesiswaan, Jaka Guningrat.

Menurut Jaka, untuk angkatan 2019/2020 Relawan Patriot yang lulus seleksi 35 orang terdiri dari 21 relawan putra dan 14 relawan putri.

“Untuk jumlah relawan tiap angkatan tidak tidak patokan,  tahun sebelumnya 32 orang,  pernah juga 60 orang. Prosesnya sangat panjang, dan akhir semuanya adalah seleksi alam mana yang benar-benar memiliki kemampuan dan jiwa Patriot itulah yang dikukuhkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Yoga Pratama dihadapan orang tua Relawan Patriot yang dilantik mengatakan dimana selama ini banyak hal yang tidak disampaikan kepada orang tua sengaja dilakukan untuk pembinaan calon relawan.

“Kepada bapak ibu, kami sengaja tidak memberi informasi lengkap selama mereka dalam pembinaan untuk menjadi Relawan Patriot. Hal ini dilakukan untuk pengembangan dan melatih anak-anak selama tiga bulan hingga hari ini mereka dilantik,” kata Yoga.

Saatnya kata Yoga, orang tua mempertanyakan semua pembinaan selama ini kepada siswa/i apa yang mereka rasakan dan dapatkan selama dalam pembinaan.

“Tidak ada bentuk kekerasan apapun, mereka dibina untuk kuat mental dan fisik sesuai koridor dan dalam tataran pembinaan. Kuat fisik tapi lembut hati,” ungkap Yoga.

Zhafran, salah seorang relawan dihadapan orang tua mengaku sejak rekrutmen masuk Relawan Patriot melalui proses yang sangat panjang.

“Rekrutmen proses pendaftaran yang sukses melewati beberapa tahapan belum tentu langsung diterima. Wawancara dua jam lebih belum tentu diterima, wawancara lolos masih banyak yang tidak masuk,” ungkap Zhafran.

Relawan menjadi wadah merubah yang dulunya buruk, dibina dan ditempa benar-benar merasakan pendidikan Akademi Relawan satu bulan. Dua bulan melalui seleksi akhir. Yang terpenting relawan itu bisa mendobrak dirinya dari tidak menaklukan alam menjadi bisa, repling, menelusuri air sungai jaraknya sangat jauh, dan air terjun yang lebih tinggi dari gedung sekolah ini hingga kami mampu menjadi relawan,” tambahnya.

“Relawan itu seperti pondasi, sisi kekeluargaan yang tinggi,  dari berbagai jurusan, berbeda kelas kami menjadi saling kenal dan bersama berhasil menjadi relawan.
Dimana ada satu semangat diantara relawan yang memberi spirit,” tutupnya disambut tepuk tangan para relawan.

Sedangkan Relawan putri, Grace meminta orang tua tak khawatir dengan pembinaan yang selama ini mereka alami.

“Meminta orang tua tak khawatir apa yang kami dilakukan. Karena kami sering keluar malam itu karena ada tugas relawan,” jelas Grace menjawab kekhawatiran atau pertanyaan orang tua selama ini tidak mendapat informasi secara utuh dari pembina seperti disampaikan Yoga Pratama sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi salah satu orang tua relawan menyampaikan rasa cemburunya pada pembina yang dirasakannya anaknya lebih dekat kepada pembina daripada dirinya.

“Sempat cemburu, sebagai orang tua karena begitu patuh dengan pembina. Akhirnya kami paham, proses pendewasaan dan manajemen waktu. InsyaAllah anak-anak bisa lebih sukses dari kami orang tua,” katanya.

Tangis Haru

Pengukuhan diakhiri dengan pemutaran film dokumenter selama proses pembinaan dan renungan kilas balik yang begitu menyentuh hati dan jiwa para relawan serta semua yang hadir.

Kegembiraan berubah menjadi haru, tangis dan air mata menetes tak terbendung bahkan jerit histeris para relawan begitu tumpah dalam pelukan orang tua  yang menyematkan topi relawan ke kepala putra-putrinya yang mulai saat ini resmi menjadi Relawan Patriot SMK Telkom Bandung. []

Sumber : Transindonesia.co

Pin It

Comments are closed.