Nur Supriyanto : “Sok Lah Kita Peduli Dengan Sampah Agar Menjadi Berkah”

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Nur Supriyanto monitoring pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jumat (18/10/2019). [POSBEKASI.COM/Dokumen Nur Supriyanto]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Berbicara sampah, pasti yang teringat di kepala kita adalah Tempat Pembuangan Sampah Akhir Bantar Gebang.

Tetapi hari ini (bersama Pimpinan dan Komisi IV DPRD Jabar melakukan monitoring Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Jum’at 18/10/2019), saya berada di TPSA Legok Nangka, Nagrek, perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut, luas seluruhnya 82 ha, namun tempat yang akan digunakan untuk menampung sampah hanya 6.5 ha.

“Sangat jauh jika di bandingkan dengan TPA Bantar Gebang yang luasnya lebih dari 100 ha, namun dengan teknologi, pengelolaan sampah di TPSA Legok Nangka ini hanya akan meninggalkan residu 12,5%. Artinya hanya dg luas 6.5 ha bisa menampung residu sampah sampai 20 tahun lebih,” kata anggota Komisi IV (Bidang Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Barat, Nur Supriyanto, Jumat (18/10/2019).

Menurut Nur Supriyanto yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, di beberapa negara maju pengelolaan sampai sudah menggunakan teknologi tinggi, segingga cukup efisien dengan luas lahan yang tersedia ditambah budaya masyarakatnya yang peduli dengan lingkungan.

“Sampah, jika dikelola dengan benar akan menjadi berkah buat masyarakat, tetapi jika lalai mengelolanya akan berubah menjadi musibah. Sok lah kita peduli dengan sampah agar menjadi berkah,” kata anggota DPRD Jabar dari Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok.[POB]

Pin It

Comments are closed.