90 Ribu Warga Kota Bekasi Tak Bisa Lakukan Pencetakan E-KTP

Petugas pembuat e-KTP.[DOK]

POSBEKASI.COM ¦ BEKASI – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufiq Hidayat memastikan sekitar 90.000 warga Kota Bekasi belum dapat melakukan pencetakan e-KTP.

Penyebabnya, kata Taufiq, keterbatasan blanko yang dikirim Kementerian Dalam Negeri hanya berjumlah 500 blanko per bulan, sementara jumlah masyarakat yang melakukan perekaman setiap bulannya mencapai 5.000 orang.

“Kendalanya adalah keterbatasan blanko yang diberi Kemendagri. Yang sudah rekaman setiap bulannya mencapai 5.000 orang, jadi kita terus kekurangan blanko,” ujar Taufiq dikutip dari Dakta.com,  Senin (7/10/2019).

Meski masyarakat mendesak agar e-KTP segera dicetak, pihaknya tidak bisa mewujudkan keinginan tersebut.

“Mau yang nyerang 1.000 orang atau 80 ribu orang yang memiliki Suket agar minta dicetak, saya tetap bertahan karena itu wewenang Kemendagri yang mendistribusikannya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, Wali Kota saja suratnya gak dijawab sama Kemendagri,” tegas Taufiq.

Taufiq mengulas bahwa pengadaan blanko e-KTP merupakan wewenang pusat yang diatur dalam Permendagri Nomor 118 Tahun 2017, Pasal 28 ayat (1) Pengadaan Blangko KK, Register Akta Pencatatan Sipil dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil dilaksanakan Disdukcapil Kabupaten/Kota.

Selanjutnya ayat (2) Pengadaan Blangko Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil untuk Perwakilan Republik Indonesia dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri. “Tahun 2020 nanti ada sekitar 50 juta blanko di Kemendagri. Kita tinggal tunggu saja,” ujarnya.

Taufiq juga mengatakan bagi warga yang e-KTP nya rusak, pindah alamat atau perubahan tidak dapat dilayani. Hal ini mengingat minimnya blanko yang saat ini dimiliki Disdukcapil Kota Bekasi.

“Hanya yang cetak baru saja yang kami layani tapi kalo tahun depan enggak ada penambahan pengiriman blangko antriannya bisa 11 tahun untuk pencetakan,” pungkasnya.[DAK]

Pin It

Comments are closed.