Enam Pejabat Pemkot Bekasi Dilantik

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melantik 6 pejabat esselon II di Pendopo, Rabu (29/5/2019).[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI –  6 pejabat esselon II lingkup Pemerintah Kota Bekasi dilantik Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Pendopo, Rabu (29/5/2019).

Keenam pejabat yang diambil sumpah tersebut adalah, Drs.Hudi Wijayanto (Asisten Pemerintahan Kota Bekasi), Nadih Arifin (Asisten Administrasi Umum Kota Bekasi), H.Ahmad Yani (Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi), Drs.Sudarsono,M.Si (Staf Wali Kota Bekasi Bidang Ekonomi dan Kemasyarakatan), Dr.Inayatullah (Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi), dan Drs.Abi Hurairah,M.Si (Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bekasi).

Turut hadir mendampingi Wali Kota, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati, Wali Kota Bekasi memberi arahan kepada pejabat yang baru dilantik agar benar-benar memegang teguh diamanahkan tugas dan tanggung jawab yang baru.

“Saya beri waktu 6 bulan, lakukan upaya upaya dalam tupoksi bekerja, dan jangan menunggu segera lakukan upayanya, untuk saudari Sekda agar persiapkan stafnya dalam kualifikasi dalam alur kerja, agar di berikan sesuai pendidikannya, semua terformat alur proses kinerja yang lain,” kata Rahmat.

Kedua, para pejabat pasti paham tentang tugas pokok dan fungsi, saya yakin karena sudah lakukan proses berpuluhan tahun untuk target organisasi, saat tujuan tersebut dan tupoksi paham akan memudahkan porses pemahaman kinerja masing masing jabatan.

Ketiga, poin 1 dan 2 akan ada target tertentu bukan hanya renstra dan renja tapi target kinerja dari sebuah alur proses kerja yang akan di lakukan, ini berlaku untuk OPD semua di pemkot bekasi, bisa dibilang sebagai alurnya berputar seolah beliung itu tidak bisa keluar dari putaran tersebut, harus bisa keluar dari putaran tersebut.

“Hari ini kita dapat raih Opini WTP ke 4, dengan catatan hanya Kota Bekasi di putuskan dengan beberapa kali rapat, bahwa patut mendapatkan Opini WTP, oleh karena itu, bukan karna persoalan di inspektorat, persoalan sistem regulasi attitude dan kepatutannya, untuk kedepannya kita harus lebih giat lagi mempertahankan opini WTP tersebut. Berpikir cerdas, tidak text book, yang akhirnya adalah think out of the box,” ujar Rahmat Effendi.[ISH/POB]

Pin It

Comments are closed.