Atasi Stress UN dan Lolos SNMPTN, 300 Siswa Ikuti Pelatihan Motivasi Tingkatkan Prestasi

Pelatihan motivasi dan MBR persiapkan mental siswa menghadapi UN dan SNMPTN di aula Gameel Akhlaq, Bekasi, Ahad 10 February 2019.[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Para siswa SMA/SMK dua kali stress di akhir masa studinya. Pertama, harus lulus dengan nilai yang baik dan kemudian harus lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal itu terungkap pada pelatihan motivasi dan Mental Block Release (MBR) mempersiapkan mental siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang digelar Trend Indonesia di aula Gameel Akhlaq, Bekasi, Ahad 10 February 2019.

Pembicara pelatihan yang diikuti 300 siswa SMA/SMK, menampilkan Asep Arwin Kotsara (Direktur Trend Indonesia), Adhika Dirgantara (wirausahawan muda), dan Sapto Waluyo yang memberi sambutan selaku Pembina Trend Indonesia.

Sapto memaparkan, perlunya mempelajari riwayat hidup (life history) tokoh-tokoh yang sukses dalam berbagai profesi. Misalnya, Bill Gates dan Steve Job yang lahir pada tahun sama, 1955. Keduanya berasal keluarga berbeda, Bill anak keluarga mapan yang memiliki komputer generasi pertama, sementara Steve anak keluarga berantakan yang sempat masuk panti asuhan dan akhirnya diadopsi keluarga lain.

“Kedua tokoh itu sukses membangun perusahaan besar Microsoft dan Apple karena bersikap mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Bukan tipe anak manja,” ujar Sapto, yang pernah menjadi wartawan Majalah Gatra dan mendirikan Jaringan Media Profetik (JMP).

KLIK : Porseni MIPA SMA Korpri Bekasi ke XIX Berlangsung Sampai 14 February

Sementara, pakar MBR, Asep Arwin Kotsara, menyatakan MBR Training merupakan metode menstimulasi pikiran bawah sadar seperti pesimis, kurang percaya diri, egois, atau galau agar lebih positif menjadi percaya diri, optimis dan semangat mengejar cita-cita.

“Dengan mengikuti pelatihan ini siswa bisa lebih semangat mengejar cita-cita di masa akan datang. Kegagalan atau kesuksesan dalam hal apapun tergantung dari pikiran dan doa yang kita lantunkan,” ujar Asep Arwin.

Pelatihan yang juga menghadirkan pengusaha muda, Adhika Dirgantara, menyatakan jika kita menyerah akan berpengaruh pada masa depan. Siswa yang bisa menahan godaan kehidupannya (main game, kongkow) akan lebih sukses.  “Itulah fungsi willpower (kemampuan bertindak),” ujarnya.

Salah satu peserta, siswi SMA Syarif Hidayatulloh, Widi Sufiaty, merasakan langsung dampak positif mengikuti MBR Training. “Alhamdulillah setelah diterapi saya menjadi lebih positif, terasa happy dan bersemangat,” ungkapnya.[RIS/POB]

Pin It

Comments are closed.