Posbekasi.com

Seni Bela Diri Menimalisir Korban Kejahatan pada Perempuan dan Anak

Seni bela diri Panther Martial Art.[IST]
POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Seiring dengan banyaknya tindak kejahatan dialami kaum perempuan dan anak, seni beladiri dapat menimalisir korban pada anak, serta menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga seni bela.

“Kekhawatiran kita maraknya kejahatan terhadap anak dan perempuan. Jadi kita buat komunitas beladiri untuk menghimpun itu,” kata Ketua Komisi Teknik Perguruan Pencak Silat (PPS) Sandhika, Tomi Guspian, di sela-sela acara Panther Martial Arts pada Big Launching Decathlon Summarecon Bekasi, Sabtu 15 Desember 2018.

PPS Sandhika masuk dalam komunitas bela diri, Panther Martial Arts. Di dalam komunitas ini ada empat beladiri yang berhimpun. Diantaranya Pencak Silat, Kempo, Tae Kwon Do dan Self Defense.

Menurut Tomi, seni bela diri apapun memiliki gerakan melindungi diri atau self defence yang dapat dipraktekkan dalam situasi genting. Ia mencontohkan dalam self defence pencak silat yang ia latih ke muridnya selama ini terdiri dari berbagai macam gerak.

Saat dihadapkan menjadi korban yang hendak dipukul, dicekik, atau ditodong dan upaya lain maka setelah belajar self defense lebih mungkin terhindar dari tindakan berbahaya tersebut.

“Apabila kita bertemu situasi semacam itu yang bisa membahayakan diri, kita pakai gerakan menghindar dibarengi gerakan melumpuhkan. Tapi ingat dahulukan keselamatan diri dan bisa kita pakai atau tidak, sesuai situasi,” terangnya.

Untuk Self Defense merupakan teknik pembelaan diri dari upaya tidak kejahatan. Kalau untuk bela diri itu, tidak perlu belajar berbulan-bulan. Ini cocok untuk pekerja terutama kaum wanita.

“Kedepan kita sharing dengan bela diri lain di Panther Martial Art untuk meningkatkan kemampuan gerakan self defense. Karena masing-masing punya gerakan tersebut,” ungkapnya.[ISH/POB]

BEKASI TOP