
Di dalam bisnis tentu ada etika yang harus dipahami dan ditaati karena bisnis merupakan bagian dari kemanusiaan dan upaya meningkatkan kualitas hidup manusia.
Sumber daya manusia sbg aset utama bangsa tidak boleh dikorbankan atau dijadikan tumbal bisnis. Di dalam proses bisnis pemaknaan pengemasan dan pemasaran ini mestinya dilihat sebagai cara atau sarana bukan tujuan. Tatkala cara ini dianggap tujuan maka sisi kehidupan dan kemanusiaan yang semestinya sebagai tujuan akan terabaikan.
Dalam sisi bisnis kendaraan bermotor maupun jasa transportasi sisi kemanusiaan ini perlu ada suatu gerakan moral untuk mengawal pencapaian road safety. Di era digital sekarang ini sistem data yang komprehensif terintegrasikan dalam sistem big data harus iwujudkan. Tatkala alasan-alasan pembenar menyerang atau berupaya merusak dan memggagalkan ini sebenarnya merupakan penghianatan thd road safety yang tentu saja menghansurkan kemanusiaan.
KLIK : Polda Metro, 276 Orang Tewas di Jalanan Selama 2018
Menjawab berbagai masalah kemanusiaan dalam road safety adalah bagaimana terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Bagaimana kualitas keselamatan terwujud, bagaimana tingkat fatalitas korban kecelakaan dapat ditingkatkan, bagaimana terbangunnya budaya tertib berlalu lintas dan bagaimana pelayanan di bidang lalu lintas merupakan pelayanan prima. Semua itu merupakan pilar road safety yang humanis.
Bisnis yang berkaitan dengan road safety semestinya menjembatani antara kepentingan dengan kemnusian, yaitu terwujudnya sistem big data menuju one gate service. Keselamatan untuk kemanusiaan tidak boleh diabaikan. Sistem on line scr elektronik membantu pelayanan prima untuk mendukung sistem manajemen yang berkaitan dengan road safety (manajemen: kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan dan emergency).
Dengan dukungan sektor dan bisnis road safety mampu menjadi ikon kemanusian yang peka peduli dan berbela rasa bagi hidup tumbuh dan berkembangnya kualitas hidup masyarakat.[]
Penulis: Chryshnanda DL

