DPRD Jabar Soroti Pemukiman Kumuh Kota Tasikmalaya

Anggota DPRD Jawa Barat Dapil XII Imran Servia tengah mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Tasikmalaya Ke-17, Rabu 17 Oktober 2018.[IST]

POSBEKASI.COM | TASIKMALAYA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) XII, Imran Servia, mengatakan perlunya perbaikan dalam urusan penataaan kota secara keseluruhan ke depan.

Permasalahan tata kota seperti buruknya kondsi drainase, trotoar, pemukiman kumuh tepi sungai menjadi sorotannya. Persoalan kepadatan kota dan menjamurnya pemukiman kumuh juga menjadi catatan DPRD.

”Yang ada di sepanjang sempadan sungai kota, bisa dilihat itu,” ujar Imran seusai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-17 di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan RE Martadinata, Rabu 17 Oktober 2018.

Imran menambahkan, pemukiman tak layak huni tersebut bahkan telah menjadi perkampungan di sempadan sungai. Agus menegaskan, keberadaan pemukimah harus segera ditertibkan. Persoalan lain muncul dalam penyediaan trotoar bagi pejalan kaki. Perampasan akses pejalan kaki itu oleh pedagang kaki lima untuk kepentingan usahanya masih terjadi.

“Penataan trotoar, dikembalikan fungsinya, termasuk juga kawasan pemukiman kumuh di sepanjang sungai,” katanya.

Imran berharap, di hari jadi Kota Tasikmalaya ini dapat melakukan percepatan pembangunan infrastuktur. Selain itu, memperhatikan pula kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya melalui program pemerintah untuk mendongkrak perekonomian terhadap masyarakat.

KLIK : DPRD Jabar Dorong Panti Rehabilitasi Perempuan

“Tentunya kedepan menjadi semakin dewasa menyikapi segala hal yang tentunya menjadi tantangan saya sebagai dapil,” sebut politisi dari Fraksii Nasdem-Hanura DPRD Prov Jabar itu.

Agenda kedepan, lanjut Imran, 2019 mendatang serentak di seluruh Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi. Tidak terkecuali di Kota Tasikmalaya, karena itu tentunya dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 akan mewujudkan pemilu yang berkualitas serta aman dan juga kondusif.

“Siapaun itu baik legislatif dan presiden yang terpilih, itu merupakan aspirasi masyarakat itu sendiri,” tutup Imran.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengumbar sejumlah capaian keberhasilan saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna. Terkait persoalan fasilitas publik, Budi menyebut adanya pembangunan rehabilitasi trotoar sepanjang 6,92 kilometer, rehabiltasi drainase sepanjang 18,14 km dan kirmir sepanjang 5,68 km.

Selain itu, Budi menyebut Pemkot Tasikmalaya telah membangun empat unit jembatan serta meningkatkan ruas jalan lingkungan sepanjang 84,47 km, drainase jalan lingkungan16,28 km, pembangunan sarana sanitasi sebanyak 29 unit, rehabilitasi rumah tidak layak huni 3.911 unit.

Pemkot juga membangun 10 unit sarana dan prasarana air bersih serta menyiapkan pembangunan badan jalan dari Pos AU ke Karangresik sepanjang 3,9 km, hingga telah merampungkan pembangunan Jembatan Cikalang. Untuk masalah pemukiman kumuh, Budi menyatakan pemerintah daerah telah melakukan kegiatan penataan.

“Sampai dengan akhir 2017, luas kawasan kumuh menurun menjadi 197 hektar dari 276 hektar pada tahun 2016,” ucapnya.

Dia menargetkan penurunan luas kawasan kumuh seluas 140 hektar pada 2018. Budi mengaku optimistis dapat menurunkan luasan kawasan kumuh yang menjamur di wilayahnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.