Bekasi Online

Program 100 Hari, Walikota Naik Trail Pantau Wilayah

Walikota Bekasi Rahmat Effendi tengah mengenderai trail memantau wilayah dalam program 100 hari kerjanya, Kamis 27 September 2018.[IST]
POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi terlihat berbeda dari biasanya, pada Kamis 27 September 2018.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail, Rahmat mengendarai sepeda motornya diikuti rombongan meninjau berbagai lokasi sebagaia langkah awal program 100 hari kerja Walikota Bekasi.

Pertamakali ia kunjungi, di wilayah Pekayon Jaya, yang dikhiri di UPTD Puskesmas Seroja, Bekasi Utara.

Tempat pertama yang kunjungi yaitu RPH ( Rumah Pemotongan Hewan ) yang di kelola oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, kemudian dilanjut ke kantor Kelurahan Teluk Pucung yang didampingi oleh Camat Bekasi Utara, Lurah, ASN setempat serta beberapa tokoh masyarakat agar dapat ikut andil dalam program ini, namun sebelum memasuki kantor kelurahan, Rahmat Effendi menyambangi sebuah bangunan yang akan di peruntukan sebagai kantor Imigrasi yang sedang dalam tahap pembangunan dan di targetkan dalam 3 bulan selesai dan sudah dapat di fungsikan.

KLIK : Tower Telekomunikasi di Pondok Melati dan Jatisampurna Disegel

Lalu dilanjut meninjau beberapa kantor yang terdapat di sekitar kelurahan Teluk Pucung seperti gedung bekas FKRW yang kemudian akan diubah menjadi Balai warga terbuka dengan nuansa adat betawi, serta membangun gedung 2 lantai disamping kantor kelurahan Teluk Pucung yang diperuntukan untuk gedung serbaguna kedepannya. Terlihat UPTD Puskesmas Teluk Pucung sangat ramai di datangi warga dan sempat berbincang dengan Dr Rahmat Effendi mengenai Kartu Sehat Berbasis NIK Kota Bekasi bahwasanya sangat dirasakan manfaatnya.

Diprogram 100 hari kerjanya Dr Rahmat Effendi sedang berjuang untuk menutupi hasil dari koreksi yang masih kurang sekitar 400 miliar. “Kita sekarang sedang melakukan optimalisasi dengan lurah dan camat karena itu pajak yang hukum nya wajib bagi pemegang buku 45,” imbuhnya

Jika sekarang belum tercukupi, kita memberikan contoh kepada yang lain terlebih saya juga telah bilang untuk memotong biaya oprasional saya sebesar 40% untuk kemaslahatan bersama, maka jika ada pejabat atau pegawai yang takut untuk di potong oprasional nya gak usah jadi pejabat/pegawai.

“Jangan membebani warga lagi terlebih bagi mereka yang sudah membayar pajak,”pungkasnya.[ISH/POB]

BEKASI TOP