Bekasi Online

Pengamat Minta Guru Honorer Dihargai Sesuai Kapasitas

Ilustrasi

KOTA BEKASI | POSBEKASI.COM – Guru honorer di beberapa daerah melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut perhatian dari pemerintah. Praktisi dan pengamat pendidikan, Dr. Itje Chodidjah, MA menilai bahwa kondisi guru honorer di Indonesia adalah kondisi yang dilema.

Meski sudah terjun dalam proses penyelenggaran pendidikan di Indonesia, tetapi guru honorer masih belum diakui keberadaannya secara administrasi.

“Ini kalau bisa dibilang dilema ya, jadi mereka ikut di proses penyelenggaraan pendidikan kita, tapi secara administrasi masih belum ikut menjadi bagian sistem kepegawaian,” ujarnya saat dihubungi Dakta di Bekasi, Rabu (19/09).

Menurutnya, ada banyak faktor yang melatar belakangi kondisi guru honorer saat ini. Bukan hanya kebutuhan tenaga kerja pendidikan yang tidak mumpuni, tapi juga seleksi perekrutan guru honorer yang tidak ketat.

KLIK : Dinas Kesehatan Usul Pengadaan Mobil Ambulan

KLIK : RSUD Kota Bekasi Terbantu Suntikan Anggaran KS di Tengah Devisit BPJS

“Pada awal di saat dibutuhkan tambahan tenaga, sekolah tidak diberi kesempatan untuk menata sistem kepegawaian oleh pemerintah, jadi asal comot saja, ada yang berkualitas ada yang tengah-tengah saja, ada yang tidak punya keahlian untuk mengajar,” kata Itje.

Itje berharap guru honorer dapat diseleksi dengan lebih bijaksana, ia juga meminta para guru honorer memikirkan kembali niat awal menjadi tenaga pendidik.

“Saya rasa tidak menjadi pegawai negeri pun tidak apa-apa, kalau tujuannya jadi pegawai negeri, pemerintah sah-sah saja punya aturan, tetapi saya juga tidak setuju jika mereka tidak dihargai sesuai dengan kapasitas,” jelas Itje. dakta

BEKASI TOP