
“Sesuai tupoksi Komisi I, melakukan pengawasan kerjasama Sister City antara Provinsi Jabar dengan Asutralia Selatan (Sisters Province), dan juga untuk mengevaluasi kira-kira apa yang sudah berjalan dan apa yang masih menjadi kendala,” kata Syahrir usai memimpin Rapat Kerja Komisi I DPRD Jabar dengan Biro Kerjasama Pemprov Jabar mengenai Evaluasi Kerjasama Luar Negeri (Sister City) antara Jawa Barat dengan Australia Selatan mengenai pendidikan, kebudayaan, investasi dan pariwisata di Gedung Parelmen Jabar, Rabu 19 September 2018.
KLIK : DPRD Jabar Berharap JabarQR Bisa Jadi Solusi Menjawab Aduan Masyarakat
KLIK : DPRD Jabar : Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi Masih Bermasalah
Menurut Syahrir, evaluasi ini juga harus saling menguntungkan bagi kedua belah pihak baik di bidang, pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan inevestasi sesuai MoU yang telah dilakukan Pemprov Jabar dengan Australia Selatan.
“Tentunya dari MoU tersebut, di tiap bidang yang di sudah disepakati bersama harus ada progres untuk ke depannya lebih baik dan saling menguntungkan. Terlebih bagi Pemprov Jabar harus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.[IMA/POB]

