
Nama-nama korban ditempel di depan ruang IGD dan Kamar Mayat RSUD Palabuhanratu Sukabumi, Ai Jubaedah, Syahrudin, Nuruh Sobah, Dadan, MA Sikun Rochman, Galih Murhadi, Agus Syamsudin, Doni Andi Pradana, Fatchudin, Romli, Remon, Budi Supriyadi, Ahmad Darwis, Ny Sri, Santi Rofika Sitorus, Tagrit Daulat, Kustiawanti, M Asapi, Arman Hermawan, Prayitno, dan Fajaruloh.
Korban luka berat di RSUD Palabuhanratu, Ahmad Fauzi, Fajar, Rico, Piliandi, Musholeh, Jepri Sitorus, Tisna Pratama, Andre Gunawan, Heru Siswanto, Pendi, Syaripudin, Aji Agus Samsudin, R Armanysah Arifin, dan Rahmat
Korban dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, Rudi Saripudin, Tanti Alawiyah, Ridwan Firdaus.
Rem Blong
Bus pariwisata terjatuh ke dalam jurang di jalur Cikidang-Palabuhanratu, oleh salah seorang penumpang yang selamat mengaku, bus mengalami kecelakaan, lantaran rem blong sehingga sopir tak bisa mengendalikan laju bus.
”Bus mengalami rem blong sebelum masuk jurang,” ujar salah seorang korban selamat Pendi (36 tahun) warga Kampung Sudimampir RT 03 RW 02 Kelurahan Cimanggis Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor di RSUD Palabuhanratu Sabtu (8/9) malam.
KLIK : Rem Blong… Alasan Sakti Penghalang Zero Accident
KLIK : Jasa Raharja Bayar Santuan 27 Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Ciater
Posisi kursi Pendi berada di barisan bangku ke empat dari depan di dalam bus. Pendi mengatakan, bus melayang terbang sampai akhirnya terperosok ke dalam jurang. Ia mengalami luka patah pada bagian tangan kanan. Selain itu organ dalam karyawan PT Catur Putra Group (CPG) Bogor mengalami gangguan.
Menurut Pendi, pada saat jatuh ke jurang ia berpegangan ke tiang besi. ”Semua penumpang berteriak dan panik,” ucapnya.
Setelah terjatuh ke jurang terang Pendi, ia tertindih dengan tubuh penumpang lainnya. Selanjutnya banyak warga datang memberikan pertolongan dan menyelamatkannya.
Salah seorang Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi Otoy (38) mengatakan, pada saat kejadian warga mendengar suara keras dari arah bus yang masuk jurang. ”Warga secara spontan datang memberikan pertolongan,” katanya.[]
Sumber: Republika

