
“Mulusnya jalan beraspal Lintas Selatan ini tidak ditunjang dengan penerangan jalan, hingga kerab menimbulkan kecelakaan lalulintas,” kata Aries salah seorang pengendera dari Bekasi yang melakukaan perjalanan malam hari menuju Tasikmalaya, Jumat 17 Agustus 2018 dinihari tadi.
KLIK : DPRD Dorong Pemprov Jabar Ajukan Posmayor untuk Escape Road Tanjakan Aman
Dari pantauan posbekasi.com, Kamis 16 Agustus 2018, minimnya penerangan mulai dari Cagak yang memasuki jalur Nagrek, khususnya Limbangan yang merupakan perbatasan dua daerah yakni, Kabupaten Garut dan Tasikmalaya hampir tidak ada penerangan. Begitu juga memasuki jalur Malambong sangat minim penerangan jalan, pengendara hanya mengandalkan lampu kenderaan.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Syaahrir,SE, menyatakan kekhawatiran masyarakat wajar dan perlu menjadi perhatian semua pihak untuk memberikan kenyaman bagi pengendara yang melintasi Jalur Selatan.
“Khususnya Pemkab Garut dan Tasik Malaya perlu memperhatikan keluhan masyarakat, karena hal ini memang sangat dibutuhkan pengendara untuk menghindari kecelakaan lalulintas. Pemkab juga memiliki kepentingan untuk memberikan kenyamanan agar masyarakat tidak menjadi korban sia-sia akibat kecelakaan lalulintas,” kata Syharir ketika posbekasi.com memintai tanggapannya atas minimnya penerangan Jalur Lintas Selatan, Jumat 17 Agustus 2018.
KLIK : DPRD Dukung Pembangunan Lingkar Subang Antisipasi Kecelakan Tanjakan Aman
Selain membuat penerangan yang dapat menambah keindahan Jalur Selatan dan mengurai rasaa “angker” di malam hari, Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar ini bahkan meminta Pemkab Garut dan Tasik untuk membuat reflektor (mata kucing) khususnya pada tanjakan yang menikung tajam yang tidak terlihat kenderaan yang datang dua arah secara berlawanan.
“Reflektor sangat diperlukan baik untuk pembatas jalan maupun sisi kiri dan kanan jalan agra memudahkan pengendara mengetauhi batas jalur. Ini dapat meminimalkan kecelakaan, hingga tidak jatuh korban jiwa,” tambahnya.[RAD/POB]

