Bekasi Online

Ngeri ! Pengancam Bongkar Ijazah Palsu Rahmat Effendi Akan Dibunuh Oknum Pemkot

FOTO/RMOL

BEKASI | POSBEKASI.COM – Kasus dugaan ancaman pembunuhan oleh oknum Pemkot Bekasi mencuat dua hari jelang pencoblosan Pilwalkot Bekasi.

Ahmad Huzaifah mengaku diancam akan dibunuh karena memegang rahasia ijazah palsu calon petahana Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Dikutip dari laman www.rmol.co, kuasa hukum korban, Andre Kristian menjelaskan, awalnya kliennya dijanjikan proyek perbaikan jalan Raya Cikunir. Nilai total poyek tersebut Rp 2 miliar. Proyek dijanjikan kepada Ahmad sebagai “kado tutup mulut.”

“Klien kami juga diminta fee 2 persen oleh oknum Pemkot itu. Meski fee sudah diserahkan, proyek tak kunjung didapatkan,” kata Andre di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/6).

KLIK : Bambang Sunaryo: Ngeri Kalau Rahmat Effendi Jadi, Bekasi Jadi Kota Preman

Ahmad tak terima. Dia lantas mengancam membuka kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Rahmat Effendi.

“Kemudian oknum tersebut yang kami duga suruhan, mengancam klien kami kalau membukanya kepada Polisi,” ujarnya.

Andre mengatakan mengantongi bukti ancaman sebagai bahan yang menguatkan laporan ke Polisi. Antara lain screen shoot pesan elektronik dan rekaman percakapan telepon antara kliennya dengan oknum Pemkot Bekasi yang menyampaikan ancaman.

“Semua ada, ancaman percakapan teleponnya dan pesan-pesannya semua sudah kita siapkan,” kata Andre.

KLIK : Dugaan Ijazah Palsu Kandidat Walikota Bekasi Mulai Terungkap

Dia membantah laporan tersebut dibuat sebagai bagian kampanye hitam terhadap Rahmat Effendi jelang hari pencoblosan.

“Kami melaporkan karena adanya indikasi tindak pidana di sini, yang menyangkut keselamatan klien kami,” demikian Andre.

Rahmat maju di Pilwalkot Bekasi 2018 berpasangan dengan Tri Adhianto diusung delapan partai yakni PDIP, Golkar, PAN, PPP, Hanura, PKB, Nasdem, dan PKPI.[dem]

Sumber: RMOL

BEKASI TOP