Diancam, Para Ulama Bekasi Tak Gentar Menangkan Nur-Firdaus Dan Asyik

Ustadzah Hj.Atifah Hasan pada pertemuan ulama se-Kota Bekasi di Gedung Pesantren Al Muchtar, Bekasi Utara, Sabtu 2 Juni 2018.[IST]

BEKASI, BEKASI.COM – Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bekasi Ustadzah Hj.Atifah Hasan,Lc, mengaku para ustadz dan ulama menerima ancaman dari Serang, Banten.

Surat ancaman yang ditujukan pada tokoh muslimah Kota Bekasi ini sama dengan surat ancaman yang dialamatkan kepada KH.Ishomuddin Muchtar,Lc. Dimana keduanya yang mendapat ancaman tersebut merupakan pimpinan sidang Aliansi Umat Islam Kota Bekasi yang menggelar Mudzakarah Ulama, Habaib, Kyai, Asatidz/Asatidzah Bekasi Raya Tahun 2018, di Aula Masjid Al Azhar Jaka Permai, pada Senin 14 Mei 2018 lalu, yang melahirkan Piagam Al Azhar untuk pemenangan paslon Nur – Firdaus dan paslon Cagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik).

Ustadzah Atifah mengaku, Piagam Al Azhar menjadi booming setelah dideklarasikan.

“Di hari kedua bahkan para ustadz, ulama mendapat surat ancaman bukan Kyai Ishom (KH.Ishomuddin) saja, tetapi saya juga. Pengirimannya dari Serang jauh lho,” ungkap Ustadzah Atifah pada pertemuan ulama, habib, dai, ustadz dan ustadzah se-Kota Bekasi di Gedung Pesantren Al Muchtar, Jalan KH. Muhtar Tabrani, Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu 2 Juni 2018.

KLIK : Ganti Walikota, Ulama dan Habaib Bekasi Perkuat Strategi Kemenangan Nur-Firdaus

“Berarti, langkah kita menjadi ancaman besar bagi mereka. Mudah-mudahan ini menjadi spirit bagi kita,” kata tokoh muslimah ini tanpa sedikitpun gentar atas ancaman tersebut.

Meski tidak menjelaskan ancaman yang dimaksudkannya itu, Ketum Organisasi Kemasyarakatan Perempuan Lintas Profesi, Aliansi Perempuan Indonesia (Alpind) ini lebih fokus membicarakan pertemuan kedua ini dengan dua tujuan mengumpulkan para ulama dan habaib.

“Pertama, bagaimana strategi para ulama yang di belakangnya ada ribuan jamaahnya. Kalau bisa peta itu diperhitungkan kalau boleh ada angkanya. Sebab kita tidak bisa main gaplokan saja. Kurang mantap,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, karena kaitannya sudah berkomitmen untuk paslon nomor urut dua, Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus untuk Kota Bekasi dan paslon Asyik untuk Jawa Barat.

KLIK : Ulama dan Umaro Sejalan Dengan Program Nur-Firdaus Berlabuh Pada Iman dan Taqwa

“Para ulama ada keraguan nggak? Jadi kita pasrahkan pada Allah, tinggal aksi saja. Aksi kita ini tidak ada artinya jika cuma menolong hanya dengan niat memilih pemimpin yang sholeh tapi tidak diaksikan dengan seruan untuk memenngkan Nur-Firdaus dan Asyik,” tegasnya.

Strategi kedua kata Ustadzah Atifah, perlu adanya pengawas dari para ustadz dan para ulama agar suara untuk Nur-Firdaus dan Asyik lebih terkontrol.

“Oleh karena itu, peta-peta ini saya minta. Karena suara ini akan mendorong dan mengangkat Nur – Firdaus dan Asyik. Para ulama yang terdiri dari Piagam Al Azhar menjadi pengawas. Sebagai Ketuanya KH.Ishomuddin harus mengatur strategi dan kontrol pemenangan ini,” harapnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *