Lalu Lintas Refleksi Budaya Bangsa

Polwan bertugas di lalu lintas.[IST]

POSBEKASI.COM – Oleh: Chryshnanda Dwilaksana

Lalu lintas seringkali dianggap sebelah mata dan diartikan sebatas konsep gerak pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Lupa kalau pergerakan perpindahan itu ada perilaku dari orang-orang yang berlalu lintas.

Perilaku-perilaku ini menunjukkan adanya pola yang berulang dar waktu ke waktu dan juga menjadi suatu kebiasaan dalam berlalu lintas. Aturan dan penegakkannya merupakan suatu upaya membangun budaya tertib.

Tatkala hukum atau aturan-aturan itu dilanggar bahkan penegak hukumnyapun dilecehkan atau bahkan akan dihabisinya maka ini refleksi tingkat kecerdasanya rendah. Kesadaranan tanggung jawab dan disiplinya patut dipertanyakan.

Petugas polisi di dalam menegakkan hukum lalu lintas adalah untuk kemanusiaan untuk keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban karena lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan.

Bagaimana jika ada orang yang melanggar atau mengabaikan petugas kepolisian yang bertugas? Bukankah itu sama dengan menginjak injak hukum atau melecehkan hukum dan berarti merusak peradaban.

KLIK : 10 Point Acuan Kinerja Kesatuan Lalu Lintas

Seringkali kita mendemgar ada petugas Polisi tatkala sedang menjalankan tugasnya menjadi korban baik diserang, dikeroyok, ditabrak, ditikam, ditembak sampai dengan di bom. Patut kita pertanyakan ada apa dibalik semua ini? Adakah design merusak peradaban? Atau adakah keinginan mempertontonkan ketololanya? Semua ini bsa saja iya bisa juga tidak.

Prof Satjipto Rahardjo mengatakan, Polisi itu hukum yang hidup untuk menjabatani antara law in the book dengan law in action. Pada saat kita mengetahui simbol hukum dilecehkan maka mirislah hati kita bahwa hukum tidak lagi menjadi kebanggaan malahan hukum menjadi hantu atau beban yang dianggap kontra produktif oleh sekelompok orang yang ingin mengacaukan peradaban negeri ini.

Hukum merupakan produk politik yang merupakan kesepakatan bersama untuk menata dan memanusiakan manusia seutuhnya. Bangsa yang beradab akan bangga bila patuh dan taat terhadap hukumnya.

Demikian sebaliknya bangsa yang rendah peradabanya (kalau malu atau marah dikatakan biadab) akan bangga tatkala mampu melanggar hukum dan melecehkan penegak hukumnya.[]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.