Bekasi Online

30 Raja Ratu Nusantara dan Kerajaan Asia dan Eropa Hadiri Hari Jadi Bone ke 688

Perayaan hari jadi Bone dihadiri 30 Raja dan Ratu Nusantara serta Kerajaan dari Asia dan Eropa dilangsungkan pada Senin 2 April 2018.[IST]
posBEKASI.com, BONE – Kabupeten Bone, Sulawesi Selatan, pada Senin 2 April 2018 lalu, merayakan hari jadinya ke-688 tahun dihadiri 30 Raja dan Ratu Nusantara.

Dengn tema “Mempererat Persatuan dan Kesatuan”, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Pomal mengatakan, upacara perayaan 688 tahun Kabupaten Bone ini diharapkan bisa dikenal lebih luas di dunia.

“Hal yang berbeda dengan peringatan hari jadi sebelumnya, pada tahun ini Kabupaten Bone mengundang lebih dari 30 Raja dan Ratu Nusantara,” ungkap Andi dalam siaran persnya yang diterima posbekasi.com di Bekasi, Kamis 5 Maret 2018.

Sementara, Sekretaris Jenderal MARS (Majelis Agung Raja Sultan) Indonesia Yang Mulia Hari Ichlas Majalelo Sati, saat upacara perayaan mengatakan sangat mengapresiasi kehadiran 30 Raja dan Ratu Nusantara.

“Hal ini sangat baik untuk meningkatkan silaturahmi dan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan Raja dan Ratu di nusantara,” kata YM Hari Ichlas.

Andi Promal menambahkan, kedatangan para Raja dan Ratu Nusantara dalam acara perayaan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya.

“Kali ini pemerintah bersama Dewan Adat mengundang sejumlah tamu kehormatan dari berbagai kerajaan di Nusantara dan luar Negeri,” terangnya.

Para Raja dan Ratu yang hadir dari seluruh pelosok nusantara ini mengikuti ritual tahunan “Mattompang Arajang”, yakni pencucian benda pusaka kerajaan yang digelar di Museum Arajange, Rujab Bupati Bone

Kegiatan Mattompang Arajang merupakan ritual adat pencucian pusaka seperti keris, parang, dan berbagai benda antik lainnya ini setiap tahun dilaksanakan. Hal yang lain dan berbeda Lebih dari 30 Raja dan Ratu Nusantara, Bone bisa dikenal lebih luas dunia .

Para yang mulia Raja dan Ratu serta tokoh budaya yang hadiri dalam upacara adat perayaan hari jadi Bolne ke-688 adalah:

  1. Panembahan Agung Tedjowulan (Maha Menteri Kasunanan Surakarta Hadiningrat / Ketua Agung MARS Indonesia)
  2. Hari Ichlas Majo Lelo Sati (Raja Minangkabau/Sekretaris Agung MARS Indonesia)
  3. Sultan Aji M Andrian Sulaiman (Kesultanan Paser Kalimantan Timur)
  4. Rheindra J Wiroyudho Alamsyah (Ketua Umum Matra)
  5. Pangeran Raja Adipati Arief Natadininggrat (Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon)
  6. Arena Jr Parampasi (Raja Palu)
  7. A Agung Ngurah Ugrasena dan Permaisuri (Raja Puri Agung Singaraja Buleleng Bali)
  8. Upu latu ML Benny Ahmad Samu Samu (Raja Samu Samu)
  9. Aji Bambang Kusuma (Kesultanan Gunung Tabur Kalimantan Timur)
  10. Datu Dissan Maulana (Kesultanan Bulungan)
  11. Pangeran Syah (Brunei Darussalam)
  12. Anakia Endri Tekaka (Putra Mahkota Raja Laiwoi Kendari)
  13. Tengku Sahwal Azis (Singapura)
  14. Raja Sabri Palakka (Singapura)
  15. Seppi Uyo (Papua)
  16. Cristomus Wamuar (Papua)
  17. Elia Merahabia (Papua)
  18. Kaisar Raja Bana Naineno II (Kerajaan Oenun Mutis/Bimomi Meomafottu-Timor-NTT)
  19. Sultan Bangsa-Sultan Gulamatsyah II (Kesultanan Muko Muko Bengkulu)
  20. Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Jayakarta Adiningrat (Kedaton DKI Jakarta)
  21. Fadlan Maalip, SKM Tuanku Bosa Talu XIV (Pasaman Barat Sumatera Barat)
  22. Tan Sri Dato Mujeebudeen (Presiden Kelab Bnau Malaysia)
  23. Raja Amanatun Don Kusa Banunaek
  24. Rex Sumner (tokoh budaya Kerajaan Inggris)
  25. Sultan Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja (Kesultanan Banten)
  26. Nouhoum Fofana, Luciana (Tokoh Pemuda Adat Mali Afrika Barat)
  27. M Nizar Yang Dipertuan Agung (Kerajaan Gunung Sahilan Rantau Kampar Kiri. Prov Riau)
  28. Tengku Tresneidy (Kerajaan Gunung Sahilan Rantau Kampar Kiri Prov Riau)
  29. Jhonny Za, Rajo Johan (Bendahara MARS Indonesia)
  30. Ida Dalem Smaraputra (Raja Kakungkung)
  31. Lalu Muh Putria (Kerajaan Silaledeng Lombok).[REL/POB]

BEKASI TOP