Bekasi Online

Habib Rizieq Disebut Pemecah Belah, Alumni 212: “Ini Ulah Rahmat Effendi, PA Ambil Langkah Hukum”

Imam Besar FPI, Habib Rizieq.[DOK]
posBEKASI.com, BEKASI – Tahapan Pilkada Kota Bekasi yang memasuki masa kampanye dinilai banyak pihak mulai berlangsung tidak netral dan adanya dugaan keberpihkan baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun perengakat-perangkat yang dikendalikan calon petahana.

Hal ini membuat Persaudaraan Alumni Aksi Bela Islam 212 (PA 212) Kota Bekasi prihatin dan bangkit keluar atas ulah petahan Walikota Bekasi yang sewenang-wenang melakukan kecurangan mempergunakan struktur jabatan di Pemko Bekasi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hukum dengan mengambil alih tugas kewenangan Panwaslu Kota Bekasi.

“Kami PA 212 Kota Bekasi sangat prihatin atas ulah petahana Walikota Bekasi yang dengan sewenang-wenangnya melakukan kecurangan dengan memakai jabatannya dan ini juga melanggar hukum dengan mengambil alih tugas kewenangan Panwaslu Kota Bekasi,” kata  Humas PA 212 Habib Novel Bamuin, dalam siaran persnya yang diterima posbekasi.com di Bekasi, Selasa 27 Maret 2018.

Sebelumnya, Habib Novel mengecam keras perbuatan yang dilakukan kubu Rahmat Effendi yang menuding foto Habib Rizieq berbau SARA dan memecah belah masyarakat.

Dimana kasus tersebut mencuat saat Plt Ketua DPD KNPI Kota Bekasi, Arihta Tarigan (Castro) melaporkan paslon Nur-Firdaus ke Panwaslu pada Jumat 23 Maret 2018.

Castro melaporkan paslon nomor urut 2 ini atas dugaan tindakan politisasi SARA. Dalam laporannya, Castro menyerahkan barang bukti berupa banner Habib Rizieq yang merupakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) bersama Nur Supriyanto kepada Panwaslu.

“Kami telah menemukan banyak banner-banner paslon nomor 2 di sepanjang jalan Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur, yang tidak sesuai dengan design KPU dan isi seruannya itu memecah belah masyarakat, dan juga pembohongan publik dimana dalam banner tersebut tercantum foto Nur Supriyanto dan Habib Rizieq dengan disertai nomor urut 2,” terangnya.

Pernyataan Casto itu membangkitkan kegeraman PA 212 yang membawa-bawa nama Habib Rizieq merupakan tokoh 212 disebut-sebut memecah belah masyarakat serta menuding melakukan pembohongan publik.

“Kita tahu siapa yang mencopot dan siapa yang melapor. Yang mencopot Satpol PP tanpa ada perintah Panwaslu dan yang melapor diduga merupakan kader Golkar yang merupakan partai pengusung petahana Rahmat Effendi,” terang Habib Novel.

Dengan cara begini kata Habib Novel, masyarakat Bekasi akan menilai sendiri betapa bencinya petahana terhadap Ulama dan Habaib yang istiqomah karena memang petahana ini selama kepemimpinannya bermasalah dengan Umat Islam dan Ulama di daerahnya yang mendukung pembangunan rumah ibadah diduga tidak sesuai dengan peruntukan.

“Jadi gak heran kalau tindak tanduknya tidak mendapatkan simpatik dari warga Bekasi khususnya dan Umat Islam Indonesia pada umumnya,” terang Habib Novel.

Karena itu lanjut Habib Novel, PA 212 siap membela pasangan calon nomor urut 2, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus pada Pilkada Kota Bekasi 2018, yang dizolimi baik secara hukum maupun secara moril.

“Alhamdulillah saya sendiri sebagai Humas PA 212 dan bersama Ketua Bidang Advokasi PA 212 Damai Hari Lubis,SH.MH, telah datang bersilaturahmi untuk bertabayun ke paslon Nur-Firdaus berkenaan dengan masalah kezoliman yang dilakukan petahana guna lebih lanjut mengambil sikap hukum. Kami yakin Nur – Firdaus ini yang memang dekat dengan Ulama dan Umat Islam Bekasi akan mendapat dukungan penuh yang mereka memang termotivasi oleh spirit 212 untuk memilih pemimpin yang beriman dan bertaqwa,” ungakapnya.[REL/SOF/POB]

BEKASI TOP