
Mengularnya sejumlah kenderaan roda empat dan truk-truk yang kerab melintas di jalan tersebut juga membuat kenderaan roda semakin sulit menembus kemacetan akibat sebagian badan jalan ditutup dengan pagar proyek tersebut.
Jalur yang dari Bantar Gebang ke Setu itu tertutup hingga beberapa warga mengambil alih tugas polisi yang tidak pernah datang mengatur lalulintas sejak dua bulan proyek tersebut berlangsung. Akibat penutupan satu jalur itu, kenderaan terpaksa terhenti dan secara bergantian melalui sisi proyek saluran air.
Pantauan Posbekasi.com, Senin 23 Oktober 2017, kemacetan sejak pagi hingga sore hujan turun terus terjadi sampai malam tadi, kenderaan roda empaat masih mengular sekitar 1 kilometer di kedua arah.[SOF]

