Bekasi Online

Polisi Minta Konsumen Laporkan Pengembang GSS Bila Tak Kembalikan Uang Muka

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat mengecek keberadaan kantor PT ABM ternyata tutup.[YAN]
Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat mengecek keberadaan kantor PT ABM ternyata tutup.[YAN]
POSBEKASI.COM – Puluhan konsumen yang menuntut pengembalian uang muka Perumahan Green Gading Setu (GSS), yang sampai saat ini tidak dibayarkan oleh pihak management dan pengembang PT Agung Buana Mandiri (ABM), diminta untuk melapor ke polisi.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, melalui Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman kepada Posbekasi.com, Rabu 5 April 2017.

Dimana pada Rabu 5 April 2017, Kapolsek langsung menyambangi kantor PT ABM di Kampung Rawa Atug, RT03/06, Desa Cibening, Kecmatan Setu, Kabupaten Bekasi, dalam keadaan tutup.

“Sewaktu disambangi Kapolsek, kantor ABM tutup. Ini akan merepotkan konsumen yang selama ini datang menuntut pengembalian uang muka yang telah mereka setorkan, karena sampai saat ini tidak ada rumah yang dibangun pengembang,” kata Aiptu Parjiman.

Dikatakannya, berulangkali puluhan konsumen berunjukrasa mendatangi kantor ABM menuntut pengembalian uang muka.

“Bila sampai saat ini konsumen belum juga menerima pembayaran pengembalian uang muka, kita sarankan untuk melaporkannya pada polisi agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas,” terang Aiptu parjiman.

Terkahir kali, pada Jumat 17 Maret 2017, puluhan konsumen kembali datang ke kantor ABM yang menjanjikan pencairan uang muka mereka, sempat dimediasi Polsek Setu agar tidak terjadi kerusuhan akibat PT ABM kembali ingkar janji tidak mencairkan uang konsumen.

Dengan alasan terkendala proses administrasi keuangan di perbankan yang belum selesai, PT ABM yang ingkar janji itu kembali berjanji akan mengembalikan uang konsumen dengan cek mundur.

Saat itu, pihak developer memberikan jaminan berupa cek mundur kepada konsumen selama 14 hari kerja terhitung tanggal 21 Maret 2017, yang diterima konsumen dengan surat pernyataan dan berita acara.

“Dari hasil pertemuan tersebut disepakati kedua pihak, akhirnya konsumen membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan Polsek Setu. Sampai sekarang belum kita ketauhi apakah pembayaran itu sudah diterima konsumen. Makanya Kapolsek tadi mengecek ke kantor PT ABM ternyata kantor tersebut tutup. Bila pembayaran tidak juga dilakukan oleh PT ABM maka kita minta konsumen melaporkannya pada polisi,” terang Aiptu Parjiman.[YAN]

BEKASI TOP