Kalah dari Madura United, Ini Kata Mario

Striker Madura United, Alberto de Paula, berebut bola dengan gelandang Persib Bandung, Oh In-kyun di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat 4 Mei 2018.[bola]

PAMEKASAN, POSBEKASI.COM – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez kecewa berat dengan kekalahan timnya dari Madura United pada pekan ketujuh Gojek Liga 1 bersama Bukapalak di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jumat 4 Mei 2018.

Mario menyalahkan kepemimpinan wasit pada laga tersebut. Menurut Mario seharusnya wasit pertandingan yakni Agus Fauzan Arifin tidak memberikan penalti bagi tuan rumah tepat pada menit ke-38.

“Menurut saya penalti itu seharusnya tidak diberikan. Kita tidak bisa bertanding seperti ini, mungkin kita bisa melihat tayangan ulang di televisi, menurut saya itu tidak penalti,” tegas Mario seusai pertandingan.

Mario cukup menyesalkan dengan keputusan wasit asal Yogyakarta tersebut. Sebab gol penalti tersebut cukup memengaruhi permainan Maung Bandung.

“Dua kali saya menglami hal seperti ini (wasit), pertama di Arema dan sekarang di sini. Jika kalian bermain sebagai tuan rumah, wasit pasti akan lebih berpihak kepada kalian, dan tim tamu pasti dirugikan. Ada yang bisa menjelaskan kepada saya? Saya yakin tidak ada,” sesalnya.

Soal gol kedua Madura United, pelatih asal Argentina ini mengaku tidak mempermasalahkannya. Sebaliknya dia menyebut gol yang dilesatkan Fabiano Beltrame sangat indah karena dengan jarak yang cukup jauh, bola mati yang ditembakkan mampu melesat tajam ke pojok kanan gawang Persib.

Secara permainan, lanjut Mario, Persib cukup baik. Terbukti ada beberapa peluang yang diciptakan. Akan tetapi, dari beberapa peluang yang tercipta, hanya satu gol yang bisa dicetak melalui Jonathan Bauman pada menit ke-90. Laga pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Madura United.

“Kami memang tertekan pada babak pertama, 25 menit awal pertandingan mereka mengurung. Kami hanya mengandalkan umpan panjang saja, setelah itu kita bisa bermain lebih baik, dan bisa menekan hingga pertahanan Madura,” katanya.

“Babak kedua kami bermain lebih baik lagi, karena bisa lebih banyak memainkan bola, dan punya dua sampai tiga peluang. Tapi itu normal dalam sepak bola, kehilangan banyak kesempatan untuk mencetak gol. Lalu kita kebobolan lagi, seharusnya kita mendapatkan penalti tapi tidak apa-apa, wasit juga manusia. Tapi saya tidak tahu itu penalti atau tidak, karena saya tidak jelas melihat insiden tersebut,” tambahnya.

Mario tak memungkiri absennya Ezechiel N’Douassel yang mengalami cedera cukup memengaruhi daya gedor Persib.

“Tentu (berpengaruh), tapi seharusnya kami mendapatkan penalti. Ketika kalah 1-0, kami sering membuang peluang, seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Mungkin akan berbeda jika bisa menyamakan kedudukan saat itu,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Persib Bandung tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan delapan poin. Sementara Madura United berhasil melaju ke peringkat kedua klasemen dengan raihan 13 angka.[bola]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.