Bekasi Online

Sidang “Mantan Anggota DPRD” Penipu Jual Tanah Rp10 M Di Cikarang Ditunda

Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka No.81, Kota Bekasi.[HSB]
Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka No.81, Kota Bekasi.[HSB]
POSBEKASI.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi menunda sidang terdakwa Ahmad Marendas yang pernah mengaku menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi, terkait kasus penipuan jual tanah senilai miliyaran rupiah, Selasa 14 Februari 2017.

Penundaan sidang tersebut dikarenakan terdakwa tidak bisa hadir karena sakit itu juga membuat sertifikat tanah ‘aspal’ asli tapi palsu dari Badan Pertanahan (BPN)/Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kabupaten Bekasi.

Dengan modal sertifikasi ‘aspal’ terdakwa yan melibatkan beberapa orang itu nekad menjual lahan seluas 7.692 m2 yang diketauhi milik orang yang namanya sama dengan terdakwa di Jalan RE Martadinata, Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi, senilai Rp10 miliyar.

Bahkan korban Ramlan Ginting atas petunjuk ‘Notaris Ningsih’ yang membuat syarat-syarat jual beli dan menyatakan ‘aman’ tentang keabsahan surat-surat tanah tersebut melakukan pembayaran dengan transfer ke beberapa rekening yang diminta terdakwa serta cek bank tunai hingga mencapai Rp10 milyar.

Aksi terdakwa terbongkar setelah beberapa hari korban membayar Rp10 milyar, Notaris Ningsih yang semula memberi petunjuk pada korban bahwa untuk pembayaran bisa dilakukan karena semua ‘aman’ dan lengkap, melaporkan pada korban bahwa sertifkat hak milik tersebut palsu saat hendak dilakukan .

Alhasil, korban melaporkan penipuan tersebut ke Polres Metro Bekasi pada 30 September 2016. Berkat kecepatan Polisi dalam mengusut kasus tersebut hingga terdakwa berhasil dibekuk dan kini disidang. Dalam pengusutan pihak Kepolisian berhasil menyita dan mengembalikan uang korban Rp6 miliyar dari Rp10 milyar yang ditransfer ke  terdakwa.

Kuasa hukum korban, Makmur Ginting,SH,MH, mengatakan seyogyanya sidang ini merupakan sidang ke enam dengan menghadirkan saksi meringankan terdakwa.

“Kami mendapat pemberitahuan sidang ditunda minggu depan karena terdakwa tidak bisa hadir karena sakit,” kata Makmur Ginting yang ditemui Posbekasi.com di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa 14 Februari 2017. [HSB]

BEKASI TOP