Bekasi Online

Polrestro Bekasi Terjunkan 1.500 Personil Amankan 3.958 TPS

Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra dan Waka Polrestro Bekasi AKBP Putu Putra.[DOK]
Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra dan Waka Polrestro Bekasi AKBP Putu Putra.[DOK]
POSBEKASI.COM – Kepala Kepolisian Resort Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra,SH, mengatakan, sebanayk 1.500 personil akan diterjunkan mengamankan jalannya Pilkada Bekasi pada 15 Februari 2017 mendatang.

“1.200 personel berasal dari Polri, sedangkan 300 orang lainnya dari Kodim 0509/Kab Bekasi. Pasukan pengamanan tersebut bersama TNI kurang lebih 1500 orang, untuk mengamankan 3.958 TPS yang berada di Kabupaten Bekasi,” rinci Kombes Pol Asep pada simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa 7 Februari 2017.

Dalam simulasi yang dihadiri Plt Bupati Bekasi Rohim Mintareja, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Czi Zulhadrie S. Mara, serta Ketua KPU Kab Bekasi Idham Holik, Kombes Asep mengatakan pihaknya menguraikan skema pengamanan TPS hanya ada kategori aman dan rawan 1 dari 3.958 TPS yang ada.

“Kita sudah skemakan dan mengklasifikasikan 33 TPS rawan berdasarkan beberapa parameter, di antaranya aspek geografis, demografis, administratif, dan potensial konflik. Termasuk segi administrasi, polisi juga akan mewaspadai kelengkapan administrasi yang harusnya ada pada pihak masyarakat pemilih. TPS-TPS yang dari secara geografis jauh dan punya potensi terjadi bencana alam juga ditengarai menjadi potensi kerawanan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kerawanan, Polrestro Bekasi menempatkan dua anggota polisi mengamankan empat TPS dibantu dua petugas ketertiban (linmas). Untuk TPS aman, dua polisi mengamankan 10 TPS dibantu 20 petugas ketertiban.

“Ada 16 skenario yang dilakukan dalam simulasi pengamanan TPS, mulai dari pengamanan surat suara dari KPU ke PPK dan PPS, sampai dengan pengiriman logistik. Polisi mengantisipasi beberapa skenario, seperti pengawas TPS yang menggunakan atribut partai saat bertugas, adanya pemilih yang tidak membawa surat undangan, pemilih yang membawa senjata tajam, pemilih difabilitas, pemilih lansia, serta pemilih yang membawa anak yang masih bayi,” ujarnya.

Skenario lain yang diantisipasi, bila ada pemilih yang melakukan kecurangan dengan menghilangkan tinta pada jarinya sehingga bisa mencoblos lebih dari satu kali.

Setelah itu, dilanjutkan simulasi penghitungan surat suara jika pada saat dilakukan penghitungan terdapat pengawas TPS yang tidak terima dan menyebabkan kerusuhan di TPS.[MET]

BEKASI TOP