Bekasi Online

Warga BTR Korban Hipnotis Minta Pulsa Mengaku Anggota Polsek Bantar Gebang

Bukti pembelian pulsa korban hipnotis.[RAD]
Bukti pembelian pulsa korban hipnotis.[RAD]
POSBEKASI.COM – Komplotan hipnotis mengaku anggota Polisi dari Polsek Bantar Gerbang, Polres Metro Bekasi Kota, berhasil meraup pulsa dari korbannya senilai Rp1,6 juta, pada Sabtu 4 Pebuari 2017 malam.

Korban Pengojek online Uber, Dwi Aprianto,32 tahun, yang mengikuti perintah telepon dari pelaku hipnotis menstransfer pulsa sebanyak 4 kali dari minimarket Alfamart di gerbang Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Korban warga BTR Blok E, Jalan Elang 6 RT007/013 Cimuning itu menuturkan, sekitar pukul 21.35 ia menerima telepon dari nomor 081289787548 mengaku sebagai rekannya Mahid yang berprofesi sebagai ojek online GoJek terjaring razia gelap oleh anggota Polsek Bantar Gebang.

“Memang ada teman saya bernama Mahid, saya berkenalan dengan dia sewaktu sama-sama melamar GoJek di Utan Kayu Jakarta Timur, kami berdua ketika itu tidak diterima. Kemudian saya melamar ke Uber. Sedangkan Mahid kembali melamar ke GoJek dan akhirnya diterima,” kata Dwi kepada Posbekasi.com, setelah tersadar menjadi korban hipnotis transfer pulsa, Sabtu 4 Pebuari 2017 malam.

Sedangkan nomor Mahid yang tersimpan di handphonenya 082299550452, tapi Mahid menelepon dengan nomor 081289787548 yang diakuinya nomor baru dan minta tolong untuk transfer pulsa.

“Dia (Mahid) mengaku kena razia gelap oleh anggota Polsek Bantar Gebang, kemudian dia diminta bicara pada Susilo yang oleh Susilo mengaku sebagai Polisi Bantar Gebang itu meneleponnya dari nomor 08211933531 kemudian memintanya untuk menstranfer pulsa,” kata Dwi.

Karena waktu itu saya di rumah, kami terus bicara dan meminta saya ke minimarket mestrasfer pulsa. “Saya langsung mengikuti permintaan itu dan selama perjalanan sekitar 100 meter ke minimarket kami terus ngobrol. Begitu pula saat di minimarket memesan pulsa Susilo meminta pulsa secara berulang, pertama senilai Rp500 ribu, yang kedua Rp300 ribu yang semuanya ditransfer ke nomor 08211933531. Setelah itu, dia kembali meminta pulsa Rp500 ribu dikirim ke nomor 081314233196 dan kembali meminta Rp300 ribu yang juga dikirimkan ke nomor 081314233196,” katanya.

Setelah itu telepon diputus dan saya bingung saat hendak membayar pulsa ke kasir karena saya tidak punya uang. “Saya telepon kakak untuk datang membayar ke kasir. Sambil menungu kakak datang, saya kembali di telepon Susilo untuk kembali dikirimi pulsa dengan alasan dua anggota Polwan belum dapat, jadi dia minta dikirimkan pulsa Rp100 ribu ke masing-masing Polwan ke nomornya yang tadi 081314233196,” katanya.

Sebelum memesan pulsa Rp100 ribu ke kasir, tiba-tiba Dwi ditegur oleh kakaknya yang sudah tiba di minimarket dan dia baru tersadar dan telepon diputus oleh Susilo.

Namun, Dwi sudah terlanjur menstrafer pulsa senilai Rp1,6 juta, dengan terpaksa oleh suami kakaknya, Joko datang ke minimarket untuk membayar pulsa tersebut.

Menurut Dwi, rekannya Mahid yang baru sekali bertemu pada saat melamar di Gojek itu mengaku asal Purwokerto, Jawa Tengah, menetap di Jakarta di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

“Setelah itu kami tidak pernah bertemu, tapi seminggu lalu dia telepon saya untuk masuk ke Gojek dengan jaminan dia bisa mengurusnya. Waktu dia telepon minggu lalu itu dia mengaku berada di kampungnya Purwokerto. Tapi nomor teleponnya yang tersimpan di hanphone saat kami dulu bertemu sampai sekarang tidak aktif,” tuturnya.[RAD]

4.

BEKASI TOP