Bekasi Online

Kejati Berharap Neneng Penuhi Kesaksian Kasus Korupsi Islami Center

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.[RAD]
Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin.[RAD]
POSBEKASI.COM – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sangat memerlukan keterangan Bupati Bekasi-nonaktif- Neneng Hasanah Yasin untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi Islami Center.

Kejati Jabar berharap Neneng memenuhi panggilan pemeriksaan itu pada Senin 23 Jnauari 2017, setelah pemanggilan pertma tak diindahkan Neneng.

“Pada panggilan pertama minggu yang lalu mangkir untuk memberikan kesaksian terkait dugaan korupsi itu,” Kasipenkum Kejati Jabar, Raymond Ali di Kabupaten Bekasi, kemaren.

Dikatakannya, proses pemanggilan ini sudah dua kali tanpa ada konfirmasi dari Neneng. Padahal, pernyataan Neneng ini memang diperlukan guna mengungkap pelaku dan juga agar permasalahan korupsi kedepannya tidak kembali terulang.

Sebagaimana diwartawakan Posbekasi.com. pembangunan Islamic Center yang treletak di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dimulai sejak 2009 hingga kini belum terselesaikan dan terlantar dengan nilai anggaran Rp36 miliar yang semula Rp29 miliar itu diambil dari APBD tahun 2010.

Kemudian perpindahan lahan lokasi pembangunan yang semula di Deltamas lalu berpindah ke Desa Sriamur, Tambun Utara.

Kejati Jabar sudah melakukan meminta kesaksian terhadap mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD, mantan Sekda Dadang Mulyadi, dan mantan Kepala Bappeda Jamari Tarigan, di persidangan kasus proyek Islamic Centre itu.[YAN]

BEKASI TOP