Bekasi Online

Polsek Setu Beri Pencerahan Kenakalan Remaja pada Santri Zaid bin Tsabit

Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Desy Yulhasri bersama santi wan Yayasan Zaid bin Tsabit.[HSB]
Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Desy Yulhasri bersama santi wan Yayasan Zaid bin Tsabit.[HSB]
POSBEKASI.COM – Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Dessy Yulhasri, beri pencerahan kenaklan remaja pada santri Yayasan Zaid bin Tsabit, Kampung Cisaat RT02/03, Desa Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 30 Desember 2016.

Dihadiri pimpinan Yayasan, Ustadz H Sarno dan para pengajar, Iptu Desy menyampaikan penyuluhan terkait kenakalan remaja yang akhir-akhir ini banayak melakukan penyimpangan diluar batas etika sosial sebagai generasi muda dan tidak menjalankan aqidah agama hingga rusaknya mental yang dapat berakibat fatal pada masa depan.

Didampingi anggota Binmaspol Desa Kertarahayu Aiptu Yulianto dan Bripka Jaka Setiawan, Iptu Desy mengimbau agar para santri dapat menajuhi kenakalan remaja seperti perbuatan asusila dan penggunaan narkoba maupun kenakalan remaja lannya.

Sebagaimana ditekankan Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, Iptu Desy mengatakan bahaya narkoba dan kenakalan remaja juga dapat berawal dari media sosial di era globalisasi eletronik yang semakin canggih saat ini seperti penggunaan handpone, internet, dan lainnya dapat membuat santri malas belajar.

“Kita akui banyak manfaat media sosial dan era digital yang bila dilakukan secara positif, tetapi sebaliknya tidak sedikit remaja yang tergelincir akibat salah menggunakan media sosial dan internet untuk mencari hal-hal buruk seperti pornografi yang merusak mental dan etika remaja,” terang Ipru Desy.

Kanit Binas Polsek Setu, Iptu Desy Yulhasri bersama santri wati Yayasan Zaid bin Tsabit.[HSB]
Kanit Binas Polsek Setu, Iptu Desy Yulhasri bersama santri wati Yayasan Zaid bin Tsabit.[HSB]
Karena itu, para orangtua diimbau untuk terus memantau perkembangan remaja terutama dalam menggunakan internet yang dapat mengakses apa saja. “Kekerasan seperti radikalisme juga saat ini gampang didapat di internet, bila orangtua tidak memantau remaja dalam menggunakan jejaring sosil media bisa menimbulkan bahaya pada remaja itu sendiri,” tuturnya.

Peran guru atau pengajar lanjut Iptu Desy, juga sangat diperlukan dalam membimbing santri untuk terus menanamkan budi pekerti dan sopan santun agar remaja tidak menyimpang dari tindakan dan perilaku negatif.

“Sebagai santri, hendaknya selalu taat pada ajaran agama serta patuh pada peraturan maupun nasehat guru agar jauh dari penyakit bahaya narkoba dan kenakalan remaja serta ajakan radikalisme,” tuturnya.

Sementara, Ustadz Sarno yang meapresiasi jajaran Polsek Setu atas pencerahan pada santri-santrinya.

“Khususnya pada jajaran Polsek Setu kami sangat berterimakasih atas penyuluhan yang disampaikan sehingga para santri dapat lebih waspada dan mencegah bahaya narkoba dan kenakalan remaja lainnya,” kata Ustadz Sarno.[HSB]

4.

BEKASI TOP